fbpx
Starlink, sistem konstelasi satelit yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk, mencakup setidaknya 2.400 relay satelit di orbit rendah Bumi, yang digunakan juga oleh militer AS.
Negara-negara yang berada di wilayah Cincin Api: Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini,...
Pergerakan lempeng tektonik melepas energi luar biasa besarnya yang memicu gempa di kawasan...
Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di...
Mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil...
Presiden Soekarno Membentuk Tentara Rakyat Angkatan Kelima dan Sesudah Itu ...

Presiden Soekarno Membentuk Tentara Rakyat Angkatan Kelima dan Sesudah Itu ...

 

Pada Agustus 1965, Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan tentara rakyat yang disebut Angkatan Kelima yang merupakan gagasan Partai Komunis Indonesia (PKI). Angkatan Kelima ini diambil dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai. Mereka dipersiapkan dengan alasan untuk operasi Ganyang Malaysia.

 

Hal ini menimbulkan kegusaran di kalangan pimpinan militer khususnya Angkatan Darat yang khawatir Angkatan Kelima ini digunakan oleh PKI untuk merebut kekuasaan, meniru revolusi komunis Tiongkok (RRC). Oleh karena itu, pimpinan Angkatan Darat menolak.

 

Pada situasi pra G30S itu, terjadi konflik yang cukup panas antara Angkatan Darat dengan PKI terutama untuk mengantisipasi kepemimpinan nasional pasca Presiden Soekarno.

 

Presiden Soekarno sebelumnya juga telah membentuk KOTI (Komando Operasi Tertinggi) yang mengkoordinasikan militer dalam operasi Ganyang Malaysia serta Komando Mandala Siaga (Kolaga) sebagai koordinator di tingkat wilayah.

 

Berhembus isu Presiden Soekarno kesehatannya memburuk, dan PKI berencana mendahului Angkatan Darat untuk mengambil alih kekuasaan.

 

Di sisi lain, militer juga diisukan bersekutu dengan pemerintah Amerika Serikat yang anti komunisme. Di bawah kepemimpinan Jenderal Ahmad Yani, TNI menyusun strategi untuk mengambil alih kekuasaan bila situasi memburuk.

 

Berita dan editorial koran milik PKI, Harian Rakyat edisi 2 Oktober 1965, menjadi salah satu bukti keterlibatan PKI dalam pembunuhan sejumlah jenderal Angkatan Darat oleh Gerakan 30 September:


Melvin menyatakan tak diketahui apakah Soeharto mengetahui rencana yang dipimpin Yani. Namun dia terbukti berhasil mengambil momentum peristiwa G30S 1965.
"Soeharto mampu bergerak cepat menyalahkan (menumpas) PKI," kata Peneliti di Sydney University itu.

 

 
 
Siti Rahmah
Tempo - Zamane

Please publish modules in offcanvas position.