fbpx
Harga gandum dan jagung di pasar global turun, setelah dimulainya ekspor gandum dan jagung Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB, dan kesepakatan terbaru Putin-Erdogan: ekspor hasil pertanian bebas hambatan dari Rusia melalui Turki.
Berbicara tentang diabetes, ada satu kondisi yang selalu mengiringinya, yaitu kadar gula darah...
Desa Turtuk adalah bagian dari Pakistan hingga tahun 1971. Saat perang perbatasan, tentara India...
Ada ribuan triliun planet memenuhi alam semesta. Temuan ini berdasarkan model tiga dimensi dari...
Di Skotlandia ada proyek perumahan untuk warga bokek yang tak punya tempat tinggal. Social Bite...
Presiden Soekarno Membentuk Djawatan Listrik dan Gas dengan Aset Peninggalan Belanda

Presiden Soekarno Membentuk Djawatan Listrik dan Gas dengan Aset Peninggalan Belanda


Menurut sejumlah catatan sejarah, kelistrikan masa Indonesia masih Hindia Belanda dimulai pada 1897. Saat itu, berdiri perusahaan listrik pertama yang bernama Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM atau Perusahaan Listrik Hindia Belanda). Perusahaan ini berada di bawah N.V. Handelsvennootschap yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

Awalnya, NIEM membangun PLTU di Gambir di tepi Sungai Ciliwung. PLTU berkekuatan 3.200+3.000+1.350 kiloWatt ini merupakan pembangkit listrik tenaga uap pertama di Hindia Belanda dan memasok kebutuhan listrik di Batavia dan sekitarnya. Saat ini PLTU itu sudah tak ada lagi.

Bahkan, NIEM sampai merambah ke Surabaya dengan mendirikan perusahaan gas Nederlandsche Indische Gas Maatschappij (NIGM). Pada 1909, NIGM mendirikan anak perusahaan Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM) yang diberi hak membangun beberapa pembangkit listrik berikut sistem distribusinya ke kota-kota besar di Jawa.

ANIEM berkembang menjadi perusahaan listrik swasta terbesar di Hindia Belanda dengan menguasai sekitar 40% dari kebutuhan listrik di dalam negeri. Kemudian NIEM melebarkan sayapnya ke Banjaramasin pada 1921. Pada 1937 pengelolaan listrik di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan diserahkan kepada ANIEM.

Bahkan di masa Belanda juga sudah muncul Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sejak didirikannya Waterkrachtwerk Pakar aan de Tjikapoendoengnabij Dago di Bandung, Jawa Barat, pada 1906. Berkapasitas 800 KW, PLTA ini menggunakan sumber air dari Sungai Cikapundung dengan kekuatan 800 KW. Inilah awal mula PLTA di Indonesia. Saat ini telah lahir berbagai program teknologi terbarukan untuk kelistrikan di tanah air.

Ketika Jepang masuk ke Indonesia pada 1942, langsung mengambil alih kelistrikan seluruh Jawa kemudian ditangani oleh Djawa Denki Djigjo Kosja yang kemudian diubah menjadi Djawa Denki Djigjo Sja dan menjadi cabang dari Hosjoden Kabusiki Kaisja yang berpusat di Tokyo.

Pengelolaan listrik oleh Djawa Denki Djigjo Sja berlangsung sampai Indonesia merdeka pada 1945. Para pekerja di Djawa Denki Djigjo Sja berinisiatif menduduki lembaga pengelola listrik tersebut dan mengambil alih pengelolaan.

Pada 27 Oktober 1945 pemerintah membentuk Djawatan Listrik dan Gas Bumi yang bertugas untuk mengelola kelistrikan di Indonesia yang baru saja merdeka. Pemerintah RI mengambil alih pembangkit listrik yang rusak parah karena salah urus di masa pendidikan tentara Jepang.

Kemudian, pada 1 Januari 1961, dibentuk BPU - PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, dan gas. Lalu dibubarkan pada 1 Januari 1965, dan dibentuklah 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas.

Pada 1972, ditetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Kini PLN sudah menjadi PT PLN (Persero), sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan di Indonesia.

 
 
 
BS, Zid

Please publish modules in offcanvas position.