fbpx
Kawasan Boutmezguida di barisan pegunungan Antiatlas, adalah wilayah paling kering di Maroko, kendati kerap dilanda kabut.
Komunitas semut adalah sebuah pesona alam yang muncul dalam wujud kolaborasi apik, kerjasama erat...
Persaingan untuk menarik turis digital nomad dan para profesional teknologi digital bergaji tinggi...
China membeli lebih dari 80 ton emas dari Swiss bulan lalu, Bloomberg melaporkan, mengutip data...
Kita sudah tahu bahwa sampah botol plastik berbahaya buat lingkungan hidup. Mari memanfaatkan...
Surat Kepada Tuhan, dan Nasib Palestina Sejak Zaman Nabi Ibrahim

Surat Kepada Tuhan dan Nasib Palestina Sejak Zaman Nabi Ibrahim


Setiap tahunnya, kantor pos di Yerusalem menerima ribuan surat yang dialamatkan kepada Tuhan. Surat yang datang dari berbagai negara ini ditulis dalam beragam bahasa. 


Tanah palestina apa indahnya? Hampir tak ada keindahan alam sedikitpun. Tetapi mengapa di sana sepanjang sejarah manusia tak pernah sepi dari peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang sangat dramatik?
 
Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian penting tempat diturunkannya agama-agama samawi, tempat di mana para Nabi menerima wahyu dari Tuhan.
 
Setelah banjir besar yang menimpa kaum Nabi Nuh AS, umatnya menyebar ke berbagai wilayah. Bangsa Kanaan yang pertama kali mendiami bumi Palestina.

Sekitar 2000 SM: Istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, melahirkan anak yang diberi nama Ismail. Istri Nabi Ibrahim lainnya, Siti Sarah melahirkan anak yang diberi nama Ishak yang kemudian menurunkan Ya'kub alias Israel. Ya'kub mempunyai 12 orang anak yang menurunkan 12 suku Israel.


1550-1200 SM: Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara Mesir. Firaun menjadikannya sebagai budak.


1200-1100 SM: Nabi Musa AS memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah SWT. Saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini. (QS 5:24).


1000-922: SM Nabi Daud AS mengalahkan Goliath dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud menjadi raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Irak. Di masa Daud ini, Masjid Al-Aqshakembali dibangun.


922-800 SM: Nabi Daud kemudian digantikan oleh Nabi Sulaiman AS. Sepeninggal Sulaiman, Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribu kota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribu kota Jerusalem.


800-600 SM: Kerajaan Israel dihancurkan melalui penyerangan kerajaan Asyiria. Lihat QS Al-Maidah [5]: 70, Injil pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15, dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.


600-500 SM: Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukhadnezzar II dari Babilonia. Dalam InjilKitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan, mereka tidak mempunyai hak lagi atas Jerusalem. Mereka diusir dari Jerusalem dan dipenjara di Babilonia. Dalam Alquran surah Al-Israaf [17]: 4-8 disebutkan, kaum Israel dua kali berbuat keonaran dan setiap kali hal itu dilakukan, mereka akan dikalahkan.


Dalam Taurat dan buku The Testament of Moses disebutkan, kekalahan pertama mereka alami saat berperang melawan Raja Assyiri Shalmanser II (Nebukhadnezzar II dari Babilonia) dari Timur. Dan, kekalahan kedua terjadi saat kedatangan Kaisar Romawi Kaisar Titus dan Hadrian, antara tahun 70-135 M dari Barat yang menghancurkan sinagog (rumah ibadah orang Yahudi). 500-400 SM Cyrus dari Persia meruntuhkan Babilonia dan mengizinkan bangsa Israel kembali ke Jerusalem.


330-322: SM Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel sehingga Tauratpun mereka tulis dalam bahasa Yunani, dari sebelumnya berbahasa Ibrani.


300-190 SM: Yunani dikalahkan Romawi. Palestina pun dikuasai imperium Romawi. Awal munculnya kerusakan iman Bani Israel dengan memuja patung anak lembu


1-33 M: Nabi Isa AS (Yesus) memimpin gerakan melawan penguasa Romawi.


621 M: Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra dari Masjid al-Haram ke Masjid Al-Aqsha, kemudian dilanjutkan Mi'raj ke Sidratul Muntaha.


638 M: Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab RA, seluruh negeri Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun non-Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khalifah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.


700-1000 M: Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika, hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama.


1076-1200 M: Jerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Tahun 1099, tentara Salib menguasai Jerusalem, namun kemudian Palestina berhasil direbut oleh panglima muslim, Salahuddin Al-Ayyubi, tahun 1187 M. 


1798 M: Napoleon Bonaparte mengatakan, bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Prancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah khalifah Islam.


1897 M: Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel, Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Mereka meminta Sultan Hamid II, khalifah Turki Ustmani untuk memberikan izin bagi Israel mendiami Palestina. Sultan Hamid II menegaskan, tak akan melepaskan bumi Palestina kendati nyawa menjadi taruhannya.


1916 M: Ketika pecah Perang Dunia I, tentara sekutu (Inggris) menguasai Palestina. Yahudi Jerman berkomplot untuk merebut Palestina.


1917 M: Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberi tahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh permukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian, Liga Bangsa-Bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.


1947 M: PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara, Arab dan Israel. Pada 14 Mei 1948 negara Israel dibentuk.


1956 M: Israel dibantu Inggris dan Prancis menyerang Sinai untuk menguasai Terusan Suez.


1964 M: Para pemimpin Arab membentuk Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO (Palestine Liberation Organization). Dengan ini secara resmi nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri dan tidak lagi menjadi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.


1988 M: Tanggal 15 November 1988, berdiri negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara dengan presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.


Hingga sekarang konflik terus terjadi di Palestina. 

Ada apa dan mengapa wilayah Palestina?

 
 
DW, Zid

Please publish modules in offcanvas position.