fbpx
Surya Darmadi alias Apeng mendarat di Bandara Soekarno Hatta (15/08) menggunakan penerbangan China Airlines. Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menjemputnya dan langsung membawanya untuk diperiksa di kantor Kejagung.
Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, baru saja lulus uji terakhirnya...
Di tahun 1945, ketika Republik Indonesia baru dirancang, perdebatan soal Hak Azasi Manusia sudah...
Tanpa upaya diplomasi dan tekanan internasional, Belanda masih akan lama bercokol di Indonesia...
Setelah Raja Solomon (Nabi Sulaiman) wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan...
Sebuah Negara di Eropa yang Warganya Mencintai Kesedihan

Sebuah Negara di Eropa yang Warganya Mencintai Kesedihan


Jika Anda bertanya kepada orang Portugis bagaimana kabar mereka, respon yang paling antusias yang bisa Anda harapkan adalah, begitu-begitu saja.

Budaya melankolis yang unik di Portugis sukar untuk dilewatkan. Anda bisa melihatnya terukir dalam ekspresi orang-orang yang suram, - ini bukan Thailand, yang dikenal sebagai pulau senyuman - dan bahkan dalam patung-patung yang dipajang di hunian utama di alun-alun publik di Lisbon.

Di banyak tempat di negara ini, laki-laki (dan hampir selalu laki-laki) yang mendapatkan penghargaan di sejumlah tempat merupakan jenderal yang gagah. Di Portugal, merupakan penyair yang murung.

Betul, Portugal merupakan daratan yang sedih, menduduki peringkat 93 dari 157 negara (tepat setelah Lebanon), menurut World Happiness Report yang terakhir dikeluarkan PBB. Tetapi, jangan merasa kasihan terhadap orang Portugis.

Sangat mudah untuk menyimpulkan bahwa orang Portugis merupakan masokis, tetapi jika Anda menghabiskan waktu sedikit lebih lama di sini, seperti yang saya lakukan baru-baru ini, Anda akan dengan cepat menyadari bahwa orang Portugis telah banyak mengajarkan kita mengenai keindahan yang tersembunyi, dan kebahagiaan dalam kesedihan.

Portugal merupakan "kesedihan yang menyenangkan" yang diringkas dalam sebuah kata: saudade. Tidak kata-kata dalam bahasa lain yang memiliki kata yang seperti itu. Kata itu tidak dapat diterjemahkan, setiap orang Portugis meyakinkan saya, sebelum melanjutkan untuk menerjemahkannya.

Saudade merupakan sebuah kerinduan, sebuah rasa sakit terhadap seseorang atau tempat atau pengalaman yang pernah membawa kegembiraan.
 

Hal itu mirip dengan nostalgia tetapi, tak serupa dengan nostalgia, seseorang dapat merasakan saudade terhadap sesuatu yang tak pernah terjadi, dan mungkin tak akan pernah terjadi.

Di jantung saudade terdapat sebuah rasa ketiadaan, kehilangan yang mengangga. Saudade, tulis seorang intelektual Aubrey Bell dalam bukunya In Portugal, merupakan "Sebuah hasrat yang samar dan terus menerus terhadap sesuatu… selain yang ada saat ini.

Sangat mungkin untuk merasakan saudade untuk apa saja, penerbit Jose Prata mengatakan kepada saya dalam makan siang suatu hari di tengah keramaian pasar Cais do Sodre di Lisbon.

Apa yang membuat saudade dapat ditolerir, adalah bahwa "itu merupakan perasaan yang mudah dibagi," jelas Prata. "Saya mengundang Anda untuk membagikan kesedihan di meja."
 
Di Portugis, ada sebuah meja besar dengan ruangan untuk semua orang. Dan seorang juru masak Portugis bahkan telah memulai sebuah bisnis cokelat bernama"Saudade." Tentu saja, itu pahit.

Suatu hari, ketika menghirup secangkir kopi di alun-alun Largo de Camões di pusat kota Lisbon, saya bertemu dengan Mariana Miranda, seorang psikolog klinis. Saya menyadari, dia merupakan seorang yang tepat untuk menjelaskan mengenai istilah Portugis tentang kesedihan yang menyenangkan.

Kesedihan merupakan sebuah bagian hidup yang penting, kata dia, menambahkan bahwa dia tidak dapat memahami mengapa ada orang yang menghindarinya.

"Jangan membuat saya bergembira. Hari ini merupakan hari kesedihan yang menyenangkan bagi saya."

Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang Portugis berada diatas sesuatu. Sebuah studi, yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology, menemukan bahwa kesedihan meningkatkan memori kita. Dalam kesuraman hari ketika hujan, orang mengingat dengan detail lebih jelas dibandingkan pada hari yang cerah, menurut penulis utama dan psikolog Australia Joseph Forgas.
 
 
Sumber: BBC News

Please publish modules in offcanvas position.