fbpx
Starlink, sistem konstelasi satelit yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk, mencakup setidaknya 2.400 relay satelit di orbit rendah Bumi, yang digunakan juga oleh militer AS.
Negara-negara yang berada di wilayah Cincin Api: Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini,...
Pergerakan lempeng tektonik melepas energi luar biasa besarnya yang memicu gempa di kawasan...
Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di...
Mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil...
Benarkah Ini Bukti Bahtera Nabi Nuh Berada di Turki?

Benarkah Ini Bukti Bahtera Nabi Nuh Berada di Turki?


Keberadaan Bahtera Nuh (Noah’s Ark) telah menjadi buruan peneliti sejak lama.

Para penjelajah yang berafiliasi dengan Noah’s Ark Ministries International (NAMI), sebuah kelompok yang berbasis di Hong Kong, mengatakan bahwa mereka telah menemukan jejak kapal kuno tersebut di Gunung Ararat, Turki.

Namun, hasil penemuan mereka itu mendapat tanggapan keras dari komunitas ilmiah yang lebih luas.

Kemudian, dilansir dari Daily Mail, seorang ‘pemburu bahtera Nuh’ asal California, yakin ada bukti yang menyatakan bahwa kapal dan penumpang tersebut memang kandas di Gunung Ararat. Lihat videonya:



Profesor Raul Esperante dari Geoscience Research Institute merupakan satu dari 108 ilmuwan dunia yang bergabung dalam International Syposium of Mount Ararat and Noah’s Ark di Agri, Turki, selama tiga hari. Mereka mencoba mencari bukti lokasi peristirahatan terakhir kapal tersebut.

“Tujuan saya adalah mengunjungi situs-situs di sekitar gunung untuk menemukan petunjuk tentang bencana di masa lalu,” ungkapnya kala itu.

Para arkeolog dari NAMI melaporkan bahwa mereka telah menemukan kapal yang mereka yakini “99,9%” merupakan artefak kuno Bahtera Nuh.

Tim dengan 15 peneliti yang menjelajahi Turki Timur ini mengklaim telah menemukan Bahtera Nuh di Gunung Ararat yang terletak 13 ribu kaki di atas permukaan laut.


Salah satu anggota tim, pembuat film dokumenter, Wing-cheung Yeung, menyatakan: “Meski tidak yakin 100% bahwa ini adalah Bahtera Nuh, tapi kami rasa kemungkinannya 99,9%,” katanya saat itu.

Menurut keterangan mereka, bagian dalamnya dilengkapi dengan beberapa kompartemen yang kemungkinan digunakan untuk menampung hewan. Namun, pendapat skeptis mengatakan bahwa kapal itu bisa saja digunakan untuk membawa senjata atau makanan.

“Saya dan tim pencarian memasuki sendiri struktur kayu raksasa di gunung tersebut. Kami yakin bahwa struktur kayu yang kami jelajahi sama dengan yang tercatat dalam sejarah—bahtera kuno yang sama yang dibicarakan penduduk setempat,” papar Man-fai Yuen, salah satu anggota tim NAMI.

Mereka juga mengklaim telah melakukan tes penanggalan karbon dan mengatakan bahwa itu berumur 4.800 tahun.

Esperante yakin akan keakuratan temuan tim NAMI. Namun, dia mendesak lebih banyak “karya ilmiah yang serius” untuk mendukung klaim dengan bukti empiris lebih lanjut. Ia juga mengatakan ingin bergabung dengan ilmuwan lokal terkait penemuan tersebut.

Selain NAMI dan Esperante, dilansir dari The Sun, kru film yang dipimpin oleh ‘pemburu bahtera Nuh’ dalam waktu lama, Cem Sertesen, mengatakan bahwa mereka telah mengambil gambar bawah tanah dari benda berbentuk kapal misterius di Turki Timur.

Kru film ini juga mengklaim bahwa mereka akan mengungkap gambar-gambar tersebut dalam sebuah dokumenter tentang Bahtera Nuh.

“Ini merupakan gambar asli dali Bahtera Nuh. Tidak palsu dan bukan simulasi. Gambar yang kami miliki menunjukkan keseluruhan kapal yang terkubur di bawah tanah,” ungkap Sertesen yang sebelumnya pernah merilis dokumentari tentang pencarian Bahtera Nuh.

 

National Geographic - Daily Mail

Please publish modules in offcanvas position.