fbpx
Arab Saudi meluncurkam program pelatihan khusus mengirim astronaut-astronautnya sendiri – termasuk astronaut perempuan – ke luar angkasa.
Hasil studi baru menunjukkan kota-kota pesisir yang luas di Asia Selatan dan Tenggara tenggelam...
Presiden Xi Jinping ditekan untuk mengundurkan diri oleh Li Keqiang dan anggota Politbiro Partai...
Kawasan di selatan Rusia adalah wilayah konservatif dengan populasi Islam yang penduduknya sangat...
Inilah penguasa terkorup sejagat. Teodoro Obiang (usia 80 tahun) Presiden Equatorial Guinea sudah...
Ketika Hitler dan Kekasihnya Bunuh Diri dan Mayatnya Dibakar

Ketika Hitler dan Kekasihnya Bunuh Diri dan Mayatnya Dibakar

 

Sebelum bunuh diri, Hitler memerintahkan pembakaran mayatnya, karena dia juga khawatir mayatnya bisa jatuh ke tangan musuh.


Laksamana Karl Dönitz, yang menggantikan Hitler sebagai pemimpin Jerman saat itu, pada 1 Mei 1945 mengumumkan kematian Hitler. Dia juga mengatakan bahwa prioritas utamanya saat itu adalah "untuk menyelamatkan nyawa warga Jerman." Untuk itu, dia menyatakan telah meminta angkatan bersenjata Jerman untuk menyerah tanpa syarat.

"Pada 8 Mei 1945, pukul 23:01, senjata akan diam," kata Dönitz dalam pidato yang disiarkan radio ke seluruh negeri. Itulah penampilan terakhirnya di hadapan publik Jerman sebagai pejabat. Penampilan Dönitznya yang berikutnya adalah di Pengadilan Nürnberg tahun 1946, ketika dia menerima hukuman atas kejahatan perang. Tapi dia hanya menjalani 10 tahun penjara. Karl Dönitz meninggal Desember 1980 pada usia 89 tahun di sebuah desa kecil di utara Jerman.

Pihak sekutu memang menyetujui kapitulasi tanpa syarat itu. Waktu yang dipilih, tepat pukul 23:01, tidak terjadi secara kebetulan. Ini dilakukan atas permohonan Uni Soviet, yang punya perhitungan waktu satu jam setelah Jerman. Artinya, di Moskow jam sudah menunjukkan pukul 00.01 tanggal 9 Mei. Karena itu, Uni Soviet bisa merayakan kemenangannya pada tanggal tersendiri, berbeda dengan pihak sekutu yang lain seperti Inggris, Prancis dan AS, yang semuanya merayakan kemenangan pada 8 Mei.

Negeri yang terbelah

Setelah Jerman menyatakan kapitulasi dan perang resmi berakhir, pihak Sekutu memecah Jerman menjadi empat zona yang masing-masing dikuasai oleh satu negara: zona Uni Soviet, zona AS, zona Inggris dan zona Prancis. Saat itu pun, sudah terlihat perpecahan di pihak Sekutu, antara Uni Soviet dan kubu AS, Prancis dan Inggris.

Ketegangan akhirnya bermuara dalam konflik Perang Dingin yang semakin terbuka, dan mencapai puncaknya dengan pendirian Jerman Barat di zona AS, Prancis dan Inggris, disusul pendirian Jerman Timur di wilayah zona Uni Soviet. Tidak lama kemudian terbentuklah apa yang disebut sebagai blok Barat, yang secara de facto berada di bawah kendali AS, dan blok Timur yang berada di bawah kendali Uni Soviet.

Di blok Barat, AS tahun 1948 melancarkan program investasi besar-besaran untuk pembangunan kembali Jerman yang dikenal sebagai Marshall Plan. Persaingan Barat-Timur jadi berlanjut ke sektor ekonomi, antara sistem kapitalisme dan sistem ekonomi sosialisme di bawah bendera komunisme Uni-Soviet.

Pertentangan Barat-Timur dan reunifikasi Jerman

Jerman Barat mengalami kemajuan ekonomi luar biasa dan membangun kekuatan militer yang murni defensif: Bundeswehr. Ketika itu, Bundeswehr hanya bertugas di dalam negeri dan tidak ada misi di luar negeri. Setelah keruntuhan rezim Jerman Timur karena aksi protes massal warganya yang menuntut demokrasi dan kebebasan, kedua negara Jerman akhirnya resmi bersatu kembali 3 Oktober 1990, yang sekarang diperingati setiap tahun sebagai Hari Reunifikasi Jerman.

Jerman Barat, dan kemudian negara Jerman yang sudah bersatu kembali, bangkit menjadi kekuatan ekonomi dan salah satu motor integrasi Eropa melalui asosiasi negara-negara yang sekarang dikenal sebagai Uni Eropa. Seiring dengan kebangkitan Jerman, pemerintahan di Berlin juga terus-menerus menggarisbawahi tanggung jawab historisnya atas peristiwa Holocaust. Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan berulangkali menyebutkan, eksistensi Israel dan bangsa Yahudi adalah bagian dari raison d'etre (alasan adanya) )negara dan bangsa Jerman.

Desember 2019, setelah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai pemimpin Jerman pada periode berikutnya, Angela Merkel untuk pertama kalinya sebagai Kanselir berkunjung ke Auschwitz pada peringatan 75 tahun pembebasannya.

"Kami tak akan pernah melupakan," kata Merkel di kamp konsentrasi yang dibangun Nazi di wilayah Polandia itu, dan sekarang menjadi ikon global kekejaman NAZI Hitler, "..Atau berusaha untuk merelatifkannya."

Menurut berbagai survei, sebagian besar warga Jerman setuju dan merasakan tanggung jawab moral yang besar atas bagian sejarah mereka yang paling gelap ini. Hanya ada sebagian kecil yang masih merindukan kebesaran era Hitler, dan sebagian bernaung di bawah partai ultra kanan AfD.

 

 
Tags: , ,
 
Editor in Chief:
 
Muhammad MG
 
 
Editor: 
 
Abraham Mohammad 
 
Siti Rahmah 
 
Anita Fransiska 
 
Nina Fitri
 
 
Zid World Media 
 
idzamane@outlook.com 
 
idzamane@gmail.com
 
 
Jl Taman Malaka Selatan 2F, Jakarta Timur 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *

Please publish modules in offcanvas position.