fbpx
Starlink, sistem konstelasi satelit yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk, mencakup setidaknya 2.400 relay satelit di orbit rendah Bumi, yang digunakan juga oleh militer AS.
Negara-negara yang berada di wilayah Cincin Api: Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini,...
Pergerakan lempeng tektonik melepas energi luar biasa besarnya yang memicu gempa di kawasan...
Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di...
Mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil...
Horor Frankenstein yang Lahir Karena Letusan Dahsyat Gunung Tambora

Horor Frankenstein yang Lahir Karena Letusan Dahsyat Gunung Tambora



Begitu dahsyatnya letusan itu, dan begitu banyak debu vulkanik yang disemburkan ke udara, sehingga menyebabkan perubahan drastis iklim dunia.

Setahun berikutnya, 1816, cuaca di Amerika Utara dan Eropa berubah drastis karena sebaran debu vulkanik Tambora. Di belahan utara bumi, banyak panen gagal dan ternak-ternak mati. Terjadilah bencana kelaparan yang terburuk pada abad ke-19. Cuaca gelap, sehingga 1816 disebut "Tahun tanpa musim panas".


Mary Shelley, pengarang cerita horor "Frankenstein or The Modern Promotheus"

Ketika itu, Mary Shelley baru saja datang dari London ke Jenewa, tepatnya pada musim panas. Cuaca sangat buruk, setiap hari dingin dan hujan. Abu vulkanik dari Gunung Tambora membalut bumi dan tidak membiarkan sinar matahari lewat. Suasana mencekam dan membosankan.

Saat-saat itulah, karena bosan, Mary Shelley yang ketika itu berusia 18 tahun menggagas cerita horor tentang Frankenstein dan monsternya. Pada masa itu, para ilmuwan baru bereksperimen dengan mayat, yang mereka berikan aliran listrik, sehingga terlihat kejang-kejang. Dari sana muncul ilusi, orang yang sudah mati bisa hidup lagi.

Sosok Frankenstein dalam film klasik "Frankenstein" dari tahun 1931

Mary Shelley memang ingin membuat cerita horor "yang membuat pembaca tidak berani lagi menengok ke belakang”, begitu dia tulis dalam kata pengantar untuk buku "Frankenstein: or The Modern Prometheus", yang pertama kali diterbitkan 1 Januari 1818.

Tidak jelas, apakah figur Victor Frankenstein dalam buku itu punya hubungan dengan kastil Frankenstein yang ada di selatan kota Frankfurt di Jerman. Yang pasti, Mary Shelley menempatkan figurnya di kota Jenewa. Banyak tempat kejadian yang digambarkan dalam cerita berada di sekitar kota itu.

"Aku lahir di Jenewa. Keluargaku adalah salah satu yang terpandang di kota ini," kata Victor Frankenstein di awal buku itu.

Kastil Frankenstein dekat kota Darmstadt, Jerman

Setelah diterbitkan 1 Januari 1818, para kritikus menghujatnya. Tapi cerita itu diambil untuk plot drama di teater. Dari gedung teater, sosok Frankenstein jadi makin dikenal. Tahun 1910, dibuat film bisu pertama tentang Frankenstein. Tahun 1931 dimulai produksi film horor Frankenstein.

Tapi, Frankenstein hanya dikenal namanya saja. Sedangkan sosok yang lebih bertengger di benak pembaca adalah monster buatannya. Rakasasa dengan dahi yang khas. Di kota Jenewa, sekarang berdiri patung monster buatan Frankenstein, sebuah legenda yang dimulai dari fantasi seorang perempuan berusia 18 tahun.
 
 

Please publish modules in offcanvas position.