fbpx
Surya Darmadi alias Apeng mendarat di Bandara Soekarno Hatta (15/08) menggunakan penerbangan China Airlines. Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menjemputnya dan langsung membawanya untuk diperiksa di kantor Kejagung.
Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, baru saja lulus uji terakhirnya...
Di tahun 1945, ketika Republik Indonesia baru dirancang, perdebatan soal Hak Azasi Manusia sudah...
Tanpa upaya diplomasi dan tekanan internasional, Belanda masih akan lama bercokol di Indonesia...
Setelah Raja Solomon (Nabi Sulaiman) wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan...
Blah Blah Blah, Generasi Z Pemilik Masa Depan

Blah Blah Blah, Generasi Z Pemilik Masa Depan

 

Di Indonesia populasi generasi Z adalah yang terbanyak, mencapai lebih dari 72 juta (27 persen) dari 267 juta penduduk Indonesia pada 2019 (data BPS), disusul milenial mencapai sekitar 66 juta (25 persen).

 

Suara pergerakan Generasi Z Indonesia 

 

Karakteristik dan ciri - ciri umum Generasi Z adalah:

• Merupakan generasi digital yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pendidikan maupun pribadi akan mereka akses dengan cepat dan mudah. Anggota generasi Z tidak mengenal dunia tanpa smartphone atau media sosial. Ketika iPhone dirilis pada 2007, anggota tertua dari generasi ini baru berusia 11 tahun dan anggota bungsu belum dilahirkan. Mereka mengetahui semua seluk-beluk teknologi. Bahkan, kemampuan teknologi mereka seakan bawaan dari lahir

• Sangat suka dan sering berkomunikasi dengan semua kalangan khususnya lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter, line, whatsapp, telegram, instagram, atau SMS. Melalui media ini mereka jadi lebih bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikir secara spontan.

• Ketika platform seperti Facebook dan Twitter pertama kali keluar, millennial dan generasi yang lebih tua menggunakannya tanpa memikirkan dampak. Seiring waktu, mereka menyadari bahwa mengumbar hidup di mata publik dapat dengan mudah menghantui mereka. Generasi Z telah belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan memilih platform yang lebih bersifat privasi dan tidak permanen.

• Generasi Z dikenal lebih mandiri daripada generasi sebelumnya. Mereka tidak menunggu orang tua untuk mengajari hal-hal atau memberi tahu mereka bagaimana membuat keputusan. Apabila diterjemahkan ke tempat kerja, generasi ini berkembang untuk memilih bekerja dan belajar sendiri.

• Cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Tanpa diragukan lagi, generasi Z akan menjadi generasi yang paling beragam yang memasuki lapangan kerja dalam sejarah Amerika Serikat. Mereka terdiri dari berbagai bagian dari kelompok ras atau etnis minoritas. Mereka juga dibesarkan untuk lebih menerima dan menghormati lingkungan dibanding generasi orang-orang sebelumnya.

• Terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Misalnya membaca, berbicara, menonton, dan mendengarkan musik secara bersamaan. Hal ini karena mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat, tidak bertele-tele dan berbelit-belit.

• Generasi Z menempatkan uang dan pekerjaan dalam daftar prioritas. Tentu saja, mereka ingin membuat perbedaan, tetapi hidup dan berkembang adalah lebih penting.

• Cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, cenderung egosentris dan individualis, cenderung ingin serba instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses.

• Generasi Z benar-benar generasi pertama dunia digital. Smartphone dan media sosial tidak dilihat sebagai perangkat dan platform, tapi lebih pada cara hidup. Kedengarannya gila, tapi beberapa penelitian mendukung klaim ini. Sebuah studi oleh Goldman Sachs menemukan bahwa hampir setengah dari Gen Zers terhubung secara online selama 10 jam sehari atau lebih. Studi lain menemukan bahwa seperlima dari Z Gen mengalami gejala negatif ketika dijauhkan dari perangkat smartphone mereka.

 

 

Generasi Millenial vs Generasi Z 


Mengapa Zoomer penting?
 
Aktivis generasi Z alias Zoomer Swedia Greta Thunberg dinyatakan oleh Majalah Time sebagai "Person of the Year" tahun 2019
 
Generasi Z menguasai dunia dalam konteks jumlah. Beberapa penelitian menyebut mereka adalah populasi terbesar saat ini, sekitar 32% dari total penduduk dunia.

Walau generasi milenial yang lahir antara 1981-1996 masih menjadi kelompok orang dewasa terbesar di dunia. Menurut Bank Dunia, 41% angkatan kerja dunia kini diisi oleh zoomer.

Menurut sejumlah sosiolog, Generasi Z unggul dalam beberapa hal.

Perihal yang paling penting adalah bahwa mereka merupakan generasi pertama yang 'terlahir digital'. Artinya, mereka datang ke dunia yang secara cepat berubah karena inovasi teknologi seperti internet.

Faktanya, di seluruh dunia, zoomer alias generasi Z adalah kelompok usia yang paling intensif menggunakan media sosial. Mereka mengalahkan milenial soal jumlah jam dalam sehari untuk mengakses berbagai platform tersebut.

Sebuah kajian menunjukkan, hampir 60% zoomer menggunakan media sosial sebagai sumber utama meraih berita.

Penelitian mengindikasikan bahwa zoomer lebih berpeluang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi ketimbang generasi sebelum mereka.

Seperti milenial, zoomer juga tidak malu terlibat dalam aktivisme. Mereka bahkan terjun di usia yang lebih awal ke pergerakan sosial.

Pada tahun 2018, jajak pendapat di Inggris menunjukkan bahwa zoomer dua kali lebih mengedepankan konsep konsumerisme etis daripada milenial.

Dua aktivis paling terkenal dari generasi ini adalah pemenang Nobel Perdamaian asal Pakistan, Malala Yousafzai (22 tahun) dan aktivis lingkungan dari Swedia, Greta Thunberg (17), yang memenangkan Tokoh Tahun 2019 versi Majalah Time.
 

BBC News - Time - Zid World

Please publish modules in offcanvas position.