fbpx
Bayi kembar siam dengan kepala dan otak yang menyatu berhasil dipisahkan dengan selamat setelah operasi paling rumit yang dibantu teknologi realitas virtual.
Perusahaan teknologi umumnya merahasiakan kode perangkat lunak mereka. Namun PickNik Robotics...
Perang klan, permusuhan berulang antara keluarga dan kelompok kekerabatan dengan tindakan...
Rumah-rumah perahu berbahan karton kini terlihat mengapung di pelabuhan Rotterdam, Belanda. Para...
Sejumlah ilmuwan berhasil mengembangkan tembok yang bisa memproduksi listrik dari energi matahari.
Studi Virolog Li-Meng Yan tentang Virus Corona Berasal dari Laboratorium Militer China

Studi Virolog Li-Meng Yan tentang Virus Corona Berasal dari Laboratorium Militer China

 
Li-Meng membeberkan bukti dari klaimnya lewat hasil studi yang diakuinya dikerjakan bersama koleganya Shu Kang, Jie Guan dan Shanchang Hu. Hasil studi disebutkannya pula diterbitkan di bawah pengawasan Rule of Law Society & Rule of Law Foundation di New York, Amerika Serikat.
 
Dalam studi berjudul 'Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route' itu, mereka menuliskan bahwa SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak sejalan dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami.
 
Dr. Li-Meng Yan

"Bukti menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 (Covid-19) merupakan produk laboratorium yang dibuat dengan menggunakan virus corona kelelawar ZC45 dan/atau ZXC21 sebagai bahan dasar," tulis penelitian yang terbit di jurnal Zenodo.

Li-Meng bahkan mendalilkan, menurut bukti yang didapatnya, rute sintetis untuk SARS-CoV-2 dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan. Apa yang kemudian direkomendasikan oleh laporan setebal 26 halaman itu adalah menekankan perlunya penyelidikan independen ke dalam laboratorium penelitian yang relevan.

Ada tiga bukti virus berbasis laboratorium berdasarkan studi itu. Pertama, urutan genomik SARS-CoV-2 mirip dengan virus corona kelelawar yang ditemukan laboratorium militer di Third Military Medical University (Chongqing, Cina) dan Research Institute for Medicine of Nanjing Command (Nanjing, Cina).

Kedua, motif pengikat reseptor (RBM) di dalam protein Spike SARS-CoV-2, yang menentukan spesifisitas inang virus.

Ketiga, SARS-CoV-2 mengandung situs pembelahan furin yang unik dalam protein Spike-nya, yang dikenal sangat meningkatkan infektivitas virus dan tropisme sel. Namun, situs pembelahan ini sama sekali tidak ada dalam virus yang ditemukan di alam.
 
Dr. Li-Meng Yan di 'Tucker Carlson Tonight.' 
 
Terbaru, Dr. Li-Meng YAN melalui akun Twitternya memposting Tautan versi baru Laporan Yan, Afiliasi: Yan Research - Tim Peneliti Independen
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *