fbpx
Tren dunia yang akan menentukan adalah energi terbarukan, seperti energi matahari, air dan angin. Elemen terpentingnya: teknologi penyimpanan energi, atau baterai. Listrik akan lebih aman dan lebih murah.
Kawasan Boutmezguida di barisan pegunungan Antiatlas, adalah wilayah paling kering di Maroko,...
Komunitas semut adalah sebuah pesona alam yang muncul dalam wujud kolaborasi apik, kerjasama erat...
Persaingan untuk menarik turis digital nomad dan para profesional teknologi digital bergaji tinggi...
China membeli lebih dari 80 ton emas dari Swiss bulan lalu, Bloomberg melaporkan, mengutip data...
Kata Einstein, Ada Dua Hal yang Tidak Terbatas: Alam Semesta dan Kebodohan Manusia

Kata Einstein, Ada Dua Hal yang Tidak Terbatas: Alam Semesta dan Kebodohan Manusia


Namun, bukan fotografernya yang membuat foto tersebut tenar ke seluruh dunia, tetapi Einstein sendiri. Dia memesan banyak cetakan foto itu dan memotongnya sehingga pasangan Aydelotte tidak lagi terlihat di foto. Einstein kemudian mengirimkan puluhan foto yang telah diedit itu ke rekan, teman, dan kenalannya.

"Lidah yang terjulur mencerminkan pandangan politik saya," tulisnya kepada seorang kawan bernama Johanna Fantova. Pada tahun 2009, salinan asli foto yang ia tanda tangani berhasil terjual dalam lelang dengan harga 74.324 dolar AS (sekitar Rp 1 miliar), dan menjadikannya sebagai foto orang jenius termahal yang pernah ada.


Kebodohan manusia "tidak berbatas"

Einstein melarikan diri dari Nazi Jerman dan tahu bagaimana rasanya menjadi subjek perburuan yang dipimpin pemerintah. Karena itu, dia tidak memaafkan Perang Dingin dan perburuan orang-orang yang dituduh komunis oleh Senator John McCarthy, di mana banyak politisi, intelektual, dan seniman dituduh "bukan orang Amerika".

Einstein banyak bicara tentang kebodohan manusia yang semacam ini. "Hukum orang bodoh tidak dapat diatasi karena jumlah mereka begitu banyak," demikian bunyi kutipan Einstein yang diterjemahkan dari bahasa Jerman. "Ada dua hal yang tidak terbatas: alam semesta dan kebodohan manusia. Tapi saya tidak begitu yakin tentang alam semesta," kata profesor itu.

Einstein menghadapi kebodohan ini dengan kejeniusan - dan sedikit humor. Sejak dijepret pada hari ulang tahun Einstein di tahun 1951, foto dirinya yang tengah menjulurkan lidah telah direproduksi jutaan kali. Kini foto itu dicetak di poster dan kaus oblong, kartu ucapan, mug, dan mural. Dan bahkan hari ini, beberapa dekade setelah kematiannya, pemikir revolusioner dan profesor jenius ini masih memiliki banyak penggemar, dari kaum muda hingga generasi senior.
 
 
dw/zid

Please publish modules in offcanvas position.