fbpx
Arab Saudi meluncurkam program pelatihan khusus mengirim astronaut-astronautnya sendiri – termasuk astronaut perempuan – ke luar angkasa.
Hasil studi baru menunjukkan kota-kota pesisir yang luas di Asia Selatan dan Tenggara tenggelam...
Presiden Xi Jinping ditekan untuk mengundurkan diri oleh Li Keqiang dan anggota Politbiro Partai...
Kawasan di selatan Rusia adalah wilayah konservatif dengan populasi Islam yang penduduknya sangat...
Inilah penguasa terkorup sejagat. Teodoro Obiang (usia 80 tahun) Presiden Equatorial Guinea sudah...
Masker Wajah dari Abad ke Abad, Pernah 'diidentikkan' Perampok Bank

Masker Wajah dari Abad ke Abad, Pernah 'diidentikkan' Perampok Bank



Tapi dari wabah "Black Death" hingga kabut asap yang mencekik, polusi lalu lintas hingga ancaman serangan gas, masker telah dikenakan selama 500 tahun terakhir.

Meskipun paling awal digunakan untuk menyamar, mengenakan masker pelindung (bukan kostum) sudah ada setidaknya sejak abad ke-6 SM (Sebelum Masehi). Gambar orang-orang yang menutup mulutnya dengan kain ditemukan di pintu makam Persia.

Menurut Marco Polo, para pelayan di China abad ke-13 menutupi wajah mereka dengan syal tenun. Kabarnya, kaisar tidak ingin napas mereka mempengaruhi bau dan rasa makanannya.

Pada tahun 1930-an, masker "anti-kabut" menjadi sesuatu yang wajib bagi orang-orang seperti halnya topi bagi pria dan perempuan masa itu.

Kabut asap di London pada Desember 1962

Clean Air Acts, undang-undang mengenai udara bersih, pada tahun 1956 dan 1968 melarang asap hitam dari cerobong asap, menetapkan batas emisi pasir dan debu dari tungku, dan menyediakan kerangka kerja untuk mengontrol ketinggian dan posisi cerobong asap.

Polusi udara, meskipun tidak lagi seperti 'sup kacang', tetap menjadi masalah.

Masker dan mutiara jadi bagian 'fashion' kabut asap tahun 1950-an

Wabah

Cara para dokter berpakaian dalam menangani wabah sebelum masker gaya burung diperkenalkan

Kejadian itu dikenal dengan Black Death. Wabah yang pertama kali melanda Eropa pada abad ke-14 dan menewaskan sedikitnya 25 juta orang antara tahun 1347 dan 1351- sekaligus menandakan munculnya masker medis.

Para ahli teori percaya bahwa penyakit ini menyebar melalui udara beracun atau "racun", menciptakan ketidakseimbangan dalam cairan tubuh seseorang. Mereka tidak ingin kena udara beracun ini dengan menutupi wajah atau memegang benda yang berbau harum.

Para dokter mengenakan masker seperti burung. Bagian masker yang seperti paruh diisi dengan ramuan aromatik untuk menangkal udara beracun

Poster anak laki-laki yang mengenakan masker burung- perpaduan seram antara 'bayangan kematian' dan burung gagak - tidak muncul sampai pergolakan terakhir wabah, pada pertengahan abad ke-17.

Parfum dan rempah-rempah masih digunakan dan bagian "paruh" dari masker menjadi tempat untuk mengisi jamu dan bahan aromatik untuk melawan apa yang disebut udara beracun.

Pakaian anti-wabah di Wellcome Museum, London

Jubah kulit tebal, penutup mata yang menggunakan kaca tebal, sarung tangan dan topi adalah bagian dari pakaian pelindung yang dikenakan para dokter yang merawat pasien selama Wabah Besar atau dikenal dengan Great Plague tahun 1665.

Gas

Para penari dan pemusik memakai masker gas dalam suatu pertunjukan.

Ancaman perang dunia kedua, 20 tahun setelah Great War yang menjadi saksi penggunaan klorin dan gas beracun, membuat pemerintah memerintahkan pemakaian masker gas tak hanya bagi kalangan militer tapi juga bagi masyarakat biasa.

Pada tahun 1938, sebanyak 35 juta masker- General Civilian Respirators- didistribusikan dan menjadi pemandangan yang akrab di sebagian besar bidang kehidupan - termasuk bagi gadis-gadis penari di Klub Kabaret Murray di Jalan Beak, Soho; dan pengendara sepeda polisi yang memakainya sebagai bagian dari alat pelindung diri mereka.

"Wajah ramah" kepolisian tertutup oleh masker gas yang wajib mereka kenakan

Bahkan hewan-hewan memiliki masker mereka sendiri - unta di Chessington Zoo diukur untuk pemesanan perlengkapan, sementara kuda diberi lebih banyak jenis masker "satu ukuran untuk semua".

Unta diukur untuk pembuatan masker gas baginya

Unta dipasangi masker gas

Seekor kuda mengenakan masker gas

Flu Spanyol

Upaya untuk mencegah penularan dengan menyemprotkan larutan anti flu di atas kereta dan bus

Wabah influenza pada akhir Perang Dunia Pertama menjadi pandemi global yang menghancurkan. Dijuluki flu Spanyol karena kasus pertama yang dilaporkan dari Spanyol, sekitar 50 juta orang meninggal.

Diperkirakan penyebaran virus itu meningkat saat tentara yang kembali dari medan mereka di Prancis utara.

Pasukan yang berdesak-desakan di dalam gerbong dan truk memudahkan infeksi yang sangat menular melompat dari satu orang ke orang lain.

Kemudian menyebar dari stasiun kereta api ke pusat kota, lalu ke pinggiran kota dan keluar ke pedesaan.

The Nursing Times pada tahun 1918 memasukkan saran untuk mencegah wabah, dengan deskripsi tentang bagaimana para suster di St Marylebone Infirmary di North Kensington mendirikan partisi yang didisinfeksi di antara setiap tempat tidur serta "setiap perawat, dokter, dan para petugas kebersihan" yang memasuki blok epidemi harus memakai masker.

Masyarakat didesak untuk "memakai masker dan menyelamatkan hidup Anda" - banyak yang membuat masker sendiri dari kain kasa, atau menambahkan tetesan disinfektan ke alat di bawah hidung.

Warga London mengenakan masker menutupi mulut mereka karena para dokter menyatakan penularan dapat terjadi ketika orang berbicara dan batuk (melalui mulut)

 


BBC News

Tags: ,
 
Editor in Chief:
 
Muhammad MG
 
 
Editor: 
 
Abraham Mohammad 
 
Siti Rahmah 
 
Anita Fransiska 
 
Nina Fitri
 
 
Zid World Media 
 
idzamane@outlook.com 
 
idzamane@gmail.com
 
 
Jl Taman Malaka Selatan 2F, Jakarta Timur 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *

Please publish modules in offcanvas position.