fbpx
Pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH), Anwar Ibrahim, telah disahkan menjadi Perdana Menteri baru Malaysia pada Kamis (24/11) oleh Raja Al-Sultan Abdullah, usai drama politik karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu.
Negara-negara yang berada di wilayah Cincin Api: Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini,...
Pergerakan lempeng tektonik melepas energi luar biasa besarnya yang memicu gempa di kawasan...
Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di...
Mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil...
Dokumen: Presiden Clinton Desak Presiden Soeharto Teken Perjanjian IMF

Dokumen: Presiden Clinton Desak Presiden Soeharto Teken Perjanjian IMF


Dilansir BBC News, desakan ini terungkap dalam dokumen transkrip pembicaraan telepon antara Clinton dan Soeharto yang diterbitkan Arsip Keamanan Nasional AS (NSA) pada 24 Juli 2018.

NSA, satu lembaga nirlaba di Amerika, mendapatkan dokumen ini berdasarkan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Kebebasan Informasi.

"Saya memahami Direktur Pelaksana IMF, Camdessus, akan berada di Jakarta dan saya mendesak Anda dan tim ekonomi Anda untuk bekerja sama secara erat dengannya," demikian salinan percakapan telepon kedua pemimpin negara pada tanggal 8 Januari, 1998 yang dibuka kepada umum oleh NSA.

Soeharto meminta bantuan guna mengatasi ekonomi Indonesia yang terus terpuruk. IMF kemudian memberikan bantuan US$43 miliar atau sekitar Rp620 triliun.

Krisis ekonomi yang tak kunjung pulih dan kekecewaan masyarakat yang meluas atas situasi politik kemudian berujung dengan mundurnya Soeharto pada 21 Mei 1998.

NSA merilis sejumlah dokumen tentang situasi Indonesia pada 1997-1998, antara lain soal Prabowo Subianto, yang oleh salah seorang pemimpin gerakan mahasiswa dikatakan 'memerintahkan penculikan aktivis, setelah menerima permintaan dari Soeharto'.

Banyak pihak mengatakan tidak terlalu terkejut dengan tekanan Clinton dari Partai Demokrat yang biasanya memang akan menggunakan cara ekonomi, jika negara lain tidak berjalan sesuai dengan keinginan Washington.

"Dalam bahasa negara kuat dengan negara lemah, apa pun yang dikatakan itu bersifat memaksa. Jadi urge (desakan) itu jangan dikatakan sebagai urging di antara friends yang of equal stature (teman yang setara). Kalau negara kuat itu meng-urge, artinya kamu harus," kata Suzie Sudarman, Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika, Universitas Indonesia.

Dokumen yang diterbitkan NSAHak atas fotoNSA
Image captionDokumen salinan pembicaraan telepon antara Clinton dan Soeharto pada 8 Januari 1998.
Dokumen yang diterbitkan NSAHak atas fotoNSA
Image captionPresiden Clinton dikatakan 'mendesak Soeharto dan tim ekonominya untuk bekerja sama dengan IMF'.


"Zaman Clinton itu kan liberal internationalism (internasionalisme liberal). National security strategy (strategi keamanan nasional) mereka adalah enlargement of free market democracy (perluasaan demokrasi pasar bebas)," kata Suzie.

"Kalau Anda mempunyai ideologi dan views (pandangan) tertentu, tentunya kalau melihat negara seperti Indonesia yang waktu itu sedang santer-santernya monopoli dan bank-bank itu disalahgunakan oleh pemilik-pemilik bank, tentunya urge itu sudah nyaris rasanya memaksa," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Iman Sugema, mengatakan tidak heran dengan usaha pemerintah Amerika menekan Indonesia.

"Sudah jelas bahwa IMF itu memberikan overdose obat. Dan itu sudah kentara dari misalnya letter of intent yang panjang dan sangat detil. Berbagai macam hal yang tidak ada hubungannya dengan crisis sekali pun, ikut di-reform. Yang terjadi adalah melakukan reform yang kebablasan."

Pada tahun 1998, Indonesia mengalami nilai tukar dolar Amerika dengan Rupiah yang begitu buruk, sampai 1US$ sama dengan sekitar Rp16.000 yang semakin memberatkan keadaan ekonomi dan politik.

Di berbagai tempat di Indonesia juga terjadi kerusuhan, yang memakan jiwa dan harta warga.

Data jumlah korban kerusuhan Mei bervariasi. Data Tim Relawan menyebut 1.190 orang meninggal, sementara data dari polisi, 451 orang.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionData jumlah korban kerusuhan Mei bervariasi. Data Tim Relawan menyebut 1.190 orang meninggal, sementara data dari polisi, 451 orang.


Tetapi Clinton, lewat IMF, tidak memberikan obat yang dapat menyembuhkan ekonomi Indonesia.

Pada tanggal 21 Mei 1998, akhirnya Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun, harus mengundurkan diri sebagai presiden kedua Indonesia.

Jadi apa yang bisa dipelajari dari fakta sejarah di akhir tahun 90-an tersebut?

 

 
Tags:

Please publish modules in offcanvas position.