fbpx
Surya Darmadi alias Apeng mendarat di Bandara Soekarno Hatta (15/08) menggunakan penerbangan China Airlines. Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menjemputnya dan langsung membawanya untuk diperiksa di kantor Kejagung.
Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, baru saja lulus uji terakhirnya...
Di tahun 1945, ketika Republik Indonesia baru dirancang, perdebatan soal Hak Azasi Manusia sudah...
Tanpa upaya diplomasi dan tekanan internasional, Belanda masih akan lama bercokol di Indonesia...
Setelah Raja Solomon (Nabi Sulaiman) wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan...
Kisah Cinta Mahatma Gandhi dan Putri Komandan AL Inggris

Kisah Cinta Mahatma Gandhi dan Putri Komandan AL Inggris

 
Ia mencintai Gandhi secara utuh, baik sosoknya sebagai lelaki sekaligus mencintai nilai-nilai dan pandangan hidup yang diperjuangkan Gandhi. 
 

Mirabehn yang lahir pada 1892, nama asalnya Madeline Slade, mengenal Gandhi lewat biografi yang ditulis Romain Roland, pemenang Nobel Sastra 1915. Mira langsung terpikat dan bertekad pergi ke Ashram Sabharmati, kediaman Gandhi, untuk mengabdikan hidupnya. Ini jelas bukan keputusan mudah. Bisa kita bayangkan bagaimana reaksi publik begitu mengetahui, Mirabehn, putri Sir Edmund Slade (Komandan Armada Laut Inggris di India Timur), tiba-tiba meninggalkan hidupnya yang mewah dan berkecukupan hanya untuk mengabdi pada orang yang justru menjadi penentang utama kolonialisme Inggris. 
 
Mira berangkat ke India pada 1925. Gandhi, yang sebelumnya telah berkorespondensi dengan Mira, menyambutnya dengan istimewa. Dan sejak itu, Mira seperti menjadi anak emas Gandhi. Ia mendapat hak-hak yang tak dipunyai kebanyakan penghuni Ashram. Mira, misalnya, mendapat keleluasaan untuk menemani Gandhi di ruangannya menjelang waktu tidur. Pelan tapi pasti, kepercayaan Gandhi kepadanya makin meninggi. 
 
Mira dipercaya untuk menjadi semacam asisten Gandhi. Bahkan, Mira pun diijinkan memijat-mijat kepala Gandhi, sebuah aktivitas yang sebelumnya hanya menjadi hak istimewa Kasturba, istri Gandhi sendiri. Tetapi Gandhi kemudian mencopot sederet keistimewaan itu. Gandhi melakukannya bukan semata untuk meredakan kecemburuan Kasturba dan penghuni Ashram lainnya, melainkan karena Gandhi mulai khawatir kalau Mira tidak lagi mencintai “Gandhi” sebagai sebuah gugusan nilai perjuangan, melainkan mencintai dirinya sebagai manusia-lelaki. Jika dibiarkan, Mira bisa saja meninggalkan nilai-nilai “Gandhi” jika dirinya, Gandhi, telah mangkat. 

 
Mira sendiri pun menyadari betapa ia juga mencintai Gandhi sebagai manusia. Sudhir Kakar menggambarkan bagaimana gelisahnya Mira tiap kali Gandhi berada jauh dari dirinya. Di saat-saat seperti itulah Mira tersiksa. Mira betul-betul berada dalam tekanan psikologis yang tak tertahankan. Di puncak kegelisahan itulah muncul sosok Prithvi Singh, seorang lelaki pejuang kemerdekaan India yang radikal. Selama Prithvi di Ashram, Mira sering beroleh kesempatan berduaan dengannya. Mira pun jatuh hati pada Prithvi. 
 
Dengan dukungan Gandhi, Mira sebisa mungkin menarik perhatian sang pujaan. Malang tak bisa ditolak. Ketika Mira bersiap menanggalkan sumpahnya untuk selibat, Prithvi justru menolak menikahinya. Kendati Mira terus berusaha meluluhkan hati Prithvi, lelaki pejuang itu tak mengubah keputusannya. Mira terhempas dalam sekali pukul. Mira kembali mengalami pukulan luar biasa berat ketika Gandhi terbunuh. 
 
Dalam selang waktu yang agak lama, Mira hanya berdiam diri. Mengenang Gandhi. Lewat 5 tahun kemudian, ia baru kembali memulai aktivitas. Ia sempat mendirikan Gopal Ashram di Bhilangana, India, pada 1952. Setelah beberapa kali melakukan eksperimen sosial, Mira akhirnya memilih hidup sendiri. 
 
Di sebuah tempat yang terpencil di dekat Wina, Austria. Di sana ia menyepi. Merenung. Dan terutama, Mira kembali menekuni dan memelajari musik Beethoven, sosok yang sebelum kehadiran Gandhi, pernah demikian membuat Mira terobsesi. 
 
 
Sumber: Buku “Gandhi Cintaku” (Qanita, 2001) karya Sudhir Kakar - pejalanjauhcom

Please publish modules in offcanvas position.