fbpx
Pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH), Anwar Ibrahim, telah disahkan menjadi Perdana Menteri baru Malaysia pada Kamis (24/11) oleh Raja Al-Sultan Abdullah, usai drama politik karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu.
Negara-negara yang berada di wilayah Cincin Api: Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini,...
Pergerakan lempeng tektonik melepas energi luar biasa besarnya yang memicu gempa di kawasan...
Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di...
Mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil...
Temuan Gunting Genetika Sembuhkan Penyakit Mematikan Seperti Leukimia

Gunting Genetika Sembuhkan Penyakit Mematikan Seperti Leukimia


Emmanuelle Charpentier dari Perancis dan Jennifer Doudna dari AS peraih Nobel Kimia 2020 untuk pengembangan teknik editing genetika yang dikenal dengan nama CRISPR-Cas9 atau gunting genetika.

“Dengan menggunakan teknik ini, para peneliti bisa mengubah DNA binatang, tumbuhan atau organisme mikro dengan presisi sangat tinggi“, demikian Komite Nobel di Stockholm.

Lebih jauh para juri di Stockholm menyatakan: Teknologi ini memberikan impak revolusioner pada ilmu pengetahuan kehidupan, berkontribusi pada terapi baru penyakit kanker dan mungkin saja suatu hari nanti impian menyembuhkan penyakit keturunan bisa menjadi kenyataan.

 
Terilhami gunting DNA bakteri
 
 
Penemuan itu dimulai saat Charpentier meneliti sejenis bakteri yang tidak berbahaya. Ia menemukan molekul yang sebelumnya tidak dikenal, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan purba bakteri bersangkutan. Molekul ini melumpuhkan virus dengan cara menggunting bagian DNA-nya.

Setelah mempublikasikan temuan ilmiah ini pada 2011, Charpentier bekerjasama dengan Doudna untuk merekayasa gunting genetika dari bakteri bersangkutan. Mereka menyederhanakan pemotong kode genetika bersangkutan, agar mudah digunakan pada material genetika organisme lainnya.

Kedua ilmuwan perempuan ini memprogram ulang gunting genetika, agar bisa memotong DNA molekul apapun pada bagian yang sudah ditetapkan sebelumnya. Ini membuka jalan bagi para ilmuwan, untuk menulis ulang kode genetika di lokasi DNA digunting.

Merevolusi sains kehidupan

Gunting genetika CRISPR-Cas9 sudah berkontribusi siginifikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya menciptakan tanaman unggul, dengan merekayasa kode genetikanya, agar tanaman lebih tahan kekeringan dan serangan hama.

Teknologi gunting genetika temuan Charpentier dan Doudna juga sudah digunakan dalam terapi inovatif kanker. Banyak ilmuwan mengharapkan, suatu hari nanti dengan bantuan teknik CRISPR-Cas9 bisa menyembuhkan penyakit keturunan dengan melakukan manipulasi genetika.

"Ada kekuatan luar biasa dalam gunting genetika ini, yang akan mempengaruhi kita semua. Teknik ini tidak hanya merevolusi ilmu pengetahuan dasar, melainkan juga menghasilkan tanaman inovatif dan akan mengarahkan kita pada terapi medis baru yang merupakan terobosan“, ujar Claes Gustafsson, ketua Komite Nobel untuk kima, dalam sebuah pernyataan.

 

Dengan terobosan itu ilmuwan kini berpeluang menyembuhkan penyakit genetika seperti leukimia. Simak videonya:

Deutsche Welle, Reuters, AFP

Please publish modules in offcanvas position.