fbpx
Arab Saudi meluncurkam program pelatihan khusus mengirim astronaut-astronautnya sendiri – termasuk astronaut perempuan – ke luar angkasa.
Hasil studi baru menunjukkan kota-kota pesisir yang luas di Asia Selatan dan Tenggara tenggelam...
Presiden Xi Jinping ditekan untuk mengundurkan diri oleh Li Keqiang dan anggota Politbiro Partai...
Kawasan di selatan Rusia adalah wilayah konservatif dengan populasi Islam yang penduduknya sangat...
Inilah penguasa terkorup sejagat. Teodoro Obiang (usia 80 tahun) Presiden Equatorial Guinea sudah...
Melihat Jakarta 1962 Ketika Mengebut Persiapan Asian Games

Melihat Jakarta 1962 Ketika Mengebut Persiapan Asian Games


Persiapan Asian Games 1962 

 
 

Sejak resmi terpilih sebagai tuan rumah di tahun 1958, Indonesia hanya memiliki waktu kurang dari 4 tahun untuk mempersiapkan pelaksanaan Asian Games di Jakarta. Beberapa pembangunan infrastruktur dan gedung olah raga dilakukan.


GBK dalam tahap pembangunan | panditfootball.com

Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia pada saat itu menekankan bahwa "berapapun biaya yang harus dikeluarkan, tidak menjadi masalah. Bagi Bung Karno asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui". 
 
Berikut adalah proses pembangunan fasilitas olahraga raksasa di Jakarta, yang kini disebut dengan Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno.

  • 8 Februari 1960 - Presiden Soekarno menancapkan tian
  • g pancang Stadion Utama sebagai pencanangan pembangunan kompleksAsian Games IV disaksikan wakil perdana menteri Uni Soviet, Anastas Mikoyan.
  • Juni 1961 - Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton selesai dibangun. Bangunan ini terdiri dari kolam tanding 50 meter, kolam loncat indah, kolam pemandian dan kolam anak. 
  • 25 Desember 1961 - Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton selesai dibangun.
  • Desember 1961 - Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field (STTF)) berkapasitas 20.000 penonton selesai dibangun. Berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun; tribun barat dengan kapasitas 8.000 penonton dan tribun timur dengan kapasitas 12.000 penonton. 
  • 21 Mei 1962 - Istana Olahraga berkapasitas 10.000 penonton selesai dibangun dan untuk pertama kalinya digunakan untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia bulu tangkis beregu putra memperebutkan Piala Thomas.
  • Juni 1962 - Gedung Bola Basket berkapasitas 3.500 penonton selesai dibangun.
  • 21 Juli 1962 - Stadion Utama berkapasitas 100.000 penonton selesai dibangun. Ciri khas bangunan ini adalah atap temu gelang berbentuk oval. Sumbu panjang bangunan (utara-selatan) sepanjang 354 meter; sumbu pendek (timur-barat) sepanjang 325 meter. Stadion ini dikelilingi oleh jalan lngkar luar sepanjang 920 meter. Bagian dalam terdapat lapangan sepak bola berukuran 105 x 70 meter, berikut lintasan berbentuk elips, dengan sumbu panjang 176,1 meter dan sumbu pendek 124,2 meter. Stadion utama ini yang kemudian tercatat sebagai stadion terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang terbesar di dunia.
  • 24 Agustus 1962 - Gedung Televisi Republik Indonesia Pusat sebagai stasiun televisi pemerintahan pertama di Indonesia selesai dibangun diresmikan mulai dibuka.
 
Selain pembangunan sarana olahraga, Bung Karno juga membangun beberapa bangunan lainnya seperti Patung Selamat Datang di Bundaran HI dan Jembatan Semanggi. Patung Selamat Datang dibuat untuk menyambut tamu-tamu yang tiba di Jakarta dalam rangka pesta olahraga tersebut. 
 
Patung tersebut menggambarkan pemuda dan pemudi yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu. Hotel Indonesia pada waktu itu merupakan pintu gerbang masuk ibukota Jakarta dan juga merupakan pintu gerbang rangkaian kegiatan pertandingan yang diselenggarakan di Istora Senayan.
 
Jembatan Semanggi dalam tahap pembangunan | Arnas RI

Pada masa itu semua tamu asing yang datang di Jakarta masuk melalui bandara Internasional Kemayoran dan langsung menuju ke hotel Indonesia yang menjadi tempat penginapan bagi mereka, sehingga sebelum mereka memasuki hotel maka mereka akan mendapatkan patung Selamat Datang ini di depannya.

Proses pembangunan beragam infrastruktur ini terbilang sangat singkat yakni dalam waktu setahun dan bahkan ada yang hanya dalam hitungan bulan. Melihat hal ini, utusan Jepang untuk persiapan Asian Games 1962 berdecak kagum pada bangsa Indonesia. "Ini bangsa gila, bisa menyiapkan seluruh soal dalam hitungan bulan, dengan membangun Stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinannya luar biasa."
 
 
 

 
Editor in Chief:
 
Muhammad MG
 
 
Editor: 
 
Abraham Mohammad 
 
Siti Rahmah 
 
Anita Fransiska 
 
Nina Fitri
 
 
Zid World Media 
 
idzamane@outlook.com 
 
idzamane@gmail.com
 
 
Jl Taman Malaka Selatan 2F, Jakarta Timur 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *

Please publish modules in offcanvas position.