fbpx
Tren Berkebun di Atap dan Dinding Gedung akan Membuka Jutaan Pekerjaan Baru

Tren Berkebun di Atap dan Dinding Gedung akan Membuka Jutaan Pekerjaan Baru

Berkebun di atap dan dinding gedung menyehatkan udara perkotaan, memasok buah dan sayuran segar lebih cepat untuk warga kota, sekaligus menciptakan sektor pekerjaan baru.


Deretan bukit yang naik turun, dengan bunga-bunga aster yang sedang mekar, dengan kaktus dan kumpulan strawberry liar mengelilingi Scott Moran. Kupu-kupu terbang berpindah dari satu bunga ke bunga lain saat Moran mengamati burung elang berbuntut merah yang sedang mengajari anak-anaknya berburu dari puncak bukit.

Moran tidak sedang berjalan-jalan di pedesaan, tapi dia berdiri di atas sebuah bangunan di San Francisco, tempatnya bekerja setiap hari. Dia kini sedang beristirahat makan siang.

Moran bekerja di California Academy of Sciences, yang bagian atasnya adalah kebun seluas 1 hektare, tempat 1,7 juta tanaman serta tempat berkembangnya serangga dan burung.

 


Bangunan itu sudah dirancang untuk menjadi salah satu gedung yang paling ramah lingkungan di dunia. Panel surya yang mengelilingi atap hidup itu menyediakan 5% dari energi gedung, sementara air yang mengalir melalui pipa di kamar mandi juga menjadi sumber tenaga.

Atap gedung membuka dan menutup secara otomatis untuk membantu mengatur suhu di dalam gedung, sementara cahaya matahari digunakan sebanyak mungkin untuk menerangi ruangan.

"Kini semakin jelas bahwa bangunan harus dirancang dan digunakan dengan cara menghemat sebanyak mungkin energi dan air," kata Moran. 

Membangun gedung-gedung ramah lingkungan dengan kebun di dinding dan atap, akan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO).

 

Menjadi hijau

Pekerjaan-pekerjaan ini bersumber dari kebutuhan akan bangunan yang bisa menghadapi berbagai tantangan: memenuhi target-target perubahan iklim yang sulit; harga energi yang semakin mahal, kekurangan air, dan risiko cuaca ekstrem yang lebih meningkat. Semua ini kemudian mendorong gerakan yang disebut bangunan hijau.

Di sini, para arsitek, insinyur, dan perusahaan konstruksi berusaha untuk mendirikan bangunan yang menggunakan sesedikit mungkin energi, menghasilkan energinya sendiri, mendaur ulang air, dan bisa mendinginkan atau memanaskan sendiri tanpa bantuan pendingin atau pemanas udara sentral.

Teknologi baru membantu untuk mengubah gedung yang 'bodoh' menjadi struktur bangunan yang 'cerdas' dan ramah lingkungan.

Banyak materi yang digunakan dalam bangunan tersebut adalah hasil daur ulang atau berasal dari sumber alami, seperti kayu, untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dalam proses pembangunan.

Kantor utama Planeta-DeAgostini, sebuah penerbit Spanyol-Italia di Barcelona.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionKantor utama Planeta-DeAgostini, sebuah penerbit Spanyol-Italia di Barcelona.


Lampu khusus digunakan untuk menyesuaikan dengan jumlah cahaya yang masuk lewat jendela, sementara energi surya digunakan untuk memanaskan air di kamar mandi kantor.

Tembok hidup ini semakin banyak terlihat di gedung-gedung di seluruh dunia — One Central Park di Sydney, Australia punya kebun vertikal tertinggi di dunia, sementara kantor utama Google di London memiliki atap hijau yang luas.

 

 

Richard Gray BBC Capital

Editor: Anita Fransiska ZAMANe

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di The people building a greener future di laman BBC Capital

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *