Andy, Sarjana from Indonesia Jadi Tukang AC di Australia Bergaji Rp 1,4 Miliar Setahun, Lalu Bikin Usaha Sendiri

Andy, Sarjana from Indonesia Jadi Tukang AC di Australia Bergaji Rp 1,4 Miliar Setahun, Lalu Bikin Usaha Sendiri

Share

Data terbaru di Australia menunjukkan 'tukang' AC menjadi salah satu jenis pekerjaan pertukangan, atau istilahnya 'tradie', dengan gaji terbesar.


Didin Andijaya, akrab dipanggil Andy, adalah 'tukang' AC di Sydney kelahiran Malang yang mengaku mengawali karirnya dari nol.
 
Awal bulan November, layanan situs pencari kerja di Australia, SEEK mengumpulkan data lewat jumlah gaji yang dicantumkan dalam sejumlah lowongan kerja 'tradie'.

Hasilnya menunjukkan teknisi AC dan kulkas menjadi 'tradie' memiliki upah tertinggi, dengan rata-rata mencapai AU$ 83,278 per tahun, atau hampir Rp 795 juta per tahun.

Kepada ABC News, Andy tidak menyebut berapa jumlah pasti pendapatannya, tetapi mengatakan berada di kisaran AU$ 150 ribu sampai AU$ 200 ribu per tahun, atau antara Rp 1,4 hingga 1,9 miliar.
 
Andy menceritakan awal kepindahannya ke Australia untuk mengambil S-2 di bidang bisnis internasional dari Macquarie University.

Ia kemudian menjadi penduduk tetap, atau 'permanent resident' Australia di awal tahun 2000-an, saat pengajuannya masih lebih mudah dibandingkan sekarang. Tapi setelah mendapatkannya, Didin malah kebingungan.

"Mencari pekerjaan untuk PR tetap sulit, karena mereka lebih mencari orang yang punya pengalaman, ketimbang bergelar master," ujar Andy yang dibesarkan di Jakarta.

Sampai akhirnya ia melihat lowongan pekerjaan 'tradesman' atau 'tradie' dari sebuah koran komunitas warga Indonesia di Sydney, yang awalnya ia pikir berkaitan dengan perdagangan.

Meski tak punya pengalaman dengan sebagai 'tradie', Andy mengaku menunjukkan kesungguhannya setelah ia mendapat tawaran bekerja.

"Saya sebelumnya tidak bisa memegang bor, obeng, tapi semua diajarkan mereka dan dalam kurang dari setahun sudah terlatih menggunakannya," kata pria kelahiran tahun 1967 tersebut.

Setelah magang, atau istilahnya di Australia 'apprentice', selama 3,5 tahun, Andy akhirnya mendapatkan lisensi sebagai teknisi AC.

Tapi karena di Australia pekerjaan AC juga membutuhkan teknisi listrik, maka Andy mengambil progam pelatihan dan 'apprentice' di bidang listrik untuk memudahkan kebutuhan pelanggannya.

Hingga akhirnya, di tahun 2010, lulusan S1 Teknik Mesin Universitas Trisakti ini berhasil mendirikan perusahaannya sendiri, Astro Air, yang menawarkan layanan untuk instalasi AC, termasuk layanan perawatan dan pembersihannya.
 
 
Sumber: ABC News

 

 

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

© 2018 Zamane.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *