Mendirikan Negara Baru dengan Menggunakan Bitcoin

Mendirikan Negara Baru dengan Menggunakan Bitcoin

Share

Larisa Yarovaya dan Brian Lucey - BBC Capital

Editor: Anita Fransiska - ZAMANe


Sejumlah pebisnis Bitcoin menggagas membangun Puerto Riko sebagai negara dengan ekonomi yang berbasis mata uang virtual.
 
Para ekspat yang aktif menggunakan mata uang virtual pindah ke Puerto Riko untuk mendirikan sebuah dunia utopia. Semula bernama Puertopia, tempat idaman yang kini diberi nama Sol itu berencana membahagiakan rakyatnya dengan memungut pajak minimal.

Mereka bercita-cita memberikan contoh bagaimana seharusnya sebuah negara masa depan; yang dilengkapi berbagai mata uang virtual baru, yang dijalankan dengan metode blockchain.

Namun, tidak jelas masa depan siapa yang akan diubah melalui penerapan metode ekonomi baru di wilayah teritori Amerika Serikat ini; warga Puerto Riko atau hanya para pengusaha itu sendiri.

Ada hubungan yang mendalam antara libertarianisme (ideologi yang mengutamakan kebebasan) dan gerakan mata uang virtual. Namun, ketika para miliarder mata uang itu bersenang-senang di negara hangat dengan latar perairan Karibia, warga lokal miskin dengan pengetahuan teknologi minim, rasanya tidak akan ikut merasakan kesenangan itu.

Mayoritas wirausahawan mata uang virtual yang pindah ke Puerto Riko dan memiliki mimpi besar (tidak hanya membuat bank mata uang virtual), tentunya akan membawa konsep libertarianisme virtual ke pulau itu.

Visi mereka serupa dengan negara utopia berbasis mata uang virtual lain, Republik Bebas Liberland, yang mengklaim diri mereka sebagai "negara virtual" yang berdiri di sisi barat Sungai Danube, Eropa Tengah. Liberland menggunakan Bitcoin sebagai mata uang nasional.

Kembali ke Sol, para ekspat virtual berniat untuk menggunakan sistem blockchain untuk melakukan pemilu dan bahkan mengurus KTP bagi warga negaranya.
 

Mereka yang punya mata uang virtual mendapatkan untung dari tumbuh pesatnya pasar mata uang virtual. Mereka sangat bergantung pada kelihaian berstrategi dan menyairkan dana. Orang-orang yang sudah terlebih dahulu punya mata uang virtual dan segera mencairkan dana ketika nilainya naik, akan mendapatkan untung besar, sementara mereka yang terlambat, akan merugi.

Riset termutakhir memperlihatkan bahwa harga mata uang virtual nyaris tidak bergantung pada nilai investasi lainnya, seperti emas dan saham. Namun, harga satu mata uang virtual sangat bergantung pada mata uang virtual lainnya. Jadi, jika harga Bitcoin jauh, maka harga mata uang lainnya juga akan jatuh.

Jika Bitcoin dapat mempertahankan nilainya, maka kolonialisme virtual perlahan akan menyebar ke seantero bumi.
 

 

 

Anda bisa membaca versi asli artikel ini dengan judul Should Bitcoin be used to help countries hit by disaster? di BBC Capital.

Bagikan Via WhatsApp, Twitter, Facebook

© 2018 Zamane.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *