fbpx
Sejumlah Skandal Besar Asuransi Terjadi di Indonesia, Ini Studi Kasus Raksasa Asuransi AIG yang Memicu Krisis Moneter 2008

Sejumlah Skandal Besar Asuransi Terjadi di Indonesia, Ini Studi Kasus Raksasa Asuransi AIG yang Memicu Krisis Moneter 2008

Sejumlah kasus korupsi asuransi berskala besar terjadi di Indonesia (Jiwasraya, Bumiputera, Asabri, BPJS) akan bagaimana dampaknya bagi perekonomian Indonesia? Mari kita melihat kasus American International Group (AIG) raksasa di sektor asuransi pada 2008. Tumbangnya AIG tak hanya berdampak negatif pada ekonomi Amerika, tapi malapetaka bagi pasar keuangan global.


Dengan aset 1,2 triliun Dollar AS dan 74 juta klien, konsorsium AIG adalah perusahaan asuransi terbesar di dunia.

Apa penyebab terpuruknya perusahaan asuransi terbesar dunia ini? AIG ikut berspekulasi dan membeli obligasi, antara lain surat utang yang berdasar pada kredit rumah, senilai 400 miliar Dollar AS.

Josef Stiglitz, penerima Nobel Ekonomi dan guru besar Universitas Columbia, mengatakan: "Tentu, ini merupakan asuransi. Tapi Anda juga dapat menyebutnya permainan judi di Wall Street."

Selain itu, AIG memberikan asuransi kredit bagi bank lain. Instrumen ini digunakan lembaga keuangan besar untuk saling melindungi dari risiko kegagalan debitur dalam melunasi kredit. Peliknya, bila AIG bangkrut, maka surat asuransi yang diterima bank lain menjadi tak berarti.

Hanya saja, tidak ada lembaga keuangan swasta yang mampu atau bersedia memberi pinjaman pada AIG. Bank investasi Lehman Brothers bangkrut, Merril Lynch terpaksa dijual dan bank hipotek rumah Fannie Mae dan Freddie Mac tumbang. Yang tersisa hanya Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve System atau sering disebut The Fed.

Demi menyelamatkan pasar keuangan Amerika dan dunia agar terhindar dari malapetaka, Bank Sentral Amerika The Fed memberi suntikan dana bagi AIG.

American International Group (AIG) ibarat gurita keuangan. Bangkrutnya lembaga keuangan yang memiliki cabang perusahaan di 130 negara ini tentu berimbas pada pasar uang global. Bank-bank di seluruh dunia terpaksa menurunkan nilai portfolionya dan memberi penilaian ulang pada situasi pasar uang dan kredit dunia. Kemungkinan besar, ambruknya AIG menyebabkan efek domino yang juga menyeret lembaga keuangan lainnya ke ambang kebangkrutan.

Tak heran bila dunia finansial menarik nafas lega ketika Bank Sentral Amerika The Fed memberi suntikan dana sebesar 85 miliar Dollar AS pada AIG. Akibat krisis perbankan Amerika, elit keuangan seperti Lehman Brothers, Merril Lynci dan American International Group memang kehilangan kemandiriannya. Tapi, setidaknya, pasar keuangan global terhindar dari malapetaka besar.

 

Akan bagaimana dampak kasus asuransi berskala besar yang terjadi di Indonesia?

 

 
DW - Zid