fbpx
Orang Bokek and Orang Miskin Boleh Makan Gratis di Restoran Halal di Kanada Ini

Orang Bokek Boleh Makan Gratis di Restoran Halal di Kanada Ini

Di pintu masuk restoran muslim bernama Marche Ferdous ini ada pengumuman sederhana: tersedia makanan gratis buat siapapun yang tidak mampu membayar di restoran halal mereka.


Sudah dua tahun, pemiliknya yang bernama Ala Amiry dan Yahya Hashemi mencuatkan gagasan ini setelah mengamati begitu banyaknya tunawisma, orang-orang miskin dan pelajar yang kelaparan datang meminta-minta ke restoran mereka.

Mereka memutuskan untuk memasang pengumuman yang mengundang mereka yang lapar namun tidak memiliki uang untuk masuk dan makan gratis, sehingga orang-orang miskin itu tidak malu untuk meminta makan.

"Kami tidak memberi uang, kami hanya memberi makan kepada mereka yang lapar. Kami memastikan mereka yang lapar mendapat makanan. Dan kami tidak menghakimi, kami tidak mempertanyakan mereka, kami mempercayai mereka. Siapapun yang mengatakan, ‘saya lapar’, kami beri mereka makanan," kata Amiry.

Marche Ferdous menawarkan makanan Timur Tengah, seperti ayam panggang, kentang panggang dan sop kacang lentil.

Undangan untuk mereka yang lapar di pintu masuk itu tidak hanya dalam bahasa Inggris, tapi juga bahasa Prancis, mengingat Montreal adalah kota bilingual, di mana selain Inggris, Prancis adalah bahasa sehari-hari.

Undangan itu menarik perhatian Rejean Leclerc, seorang tunawisma berusia 60 tashun yang sudah hidup bertahun-tahun di jalanan Montreal.

Leclerc mengaku, ia malu meminta-minta uang. Sejak, ia menemukan, Marche Ferdous, ia sudah berkali-kali makan di sana.

"Mereka membantu para tunawisma seperti saya. Mereka orang-orang sangat baik. Jika kelak saya punya uang, saya akan datang dan makan di sini," kata Leclerc.

Kedua pemiliknya tidak khawatir akan merugi karena menawarkan makanan gartis kepada orang-orang miskin. Sebaliknya, mereka justru mendapat banyak perhatian dan dukungan dari banyak pihak.

"Orang-orang menelpon kami. Mereka datang menjabat tangan kami dan mengucapkan terima kasih atas apa yang kami lakukan. Mereka kemudian menyumbang dua dolar, lima dolar, 10 dolar, dan ada yang mengirim amplop berusi 120 dolar. Jadi kami mempunyai boks untuk berderma. Kami gunakan uang sumbangan itu untuk membiayai makanan untuk orang-orang miskin," ujar Yahya Hashemi, yang juga memiliki restoran tersebut.

Sekelompok perempuan muda berjilbab datang ke restoran itu untuk makan siang. Mendengar pemberitaan mengenai prakarsa makanan gratis yang digagaskan pemilik restoran itu, mereka ikut menyumbang.

"Kami menyumbang karena ini merupakan prakarsa bagus. Membantu orang miskin adalah bagian dari ajaran agama kami, dan kami dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk melakukannya. Jadi kami berbuat sebisa kami, untuk memberi arti bagi kehidupan orang lain," kata Jamila Hussain, salah seorang pengunjung.

 
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *