fbpx
The Antipode, Merancang Pesawat dengan Kecepatan 26.000km/jam

The Antipode, Merancang Pesawat dengan Kecepatan 26.000km/jam

Bombardier Inc, yang bermarkas di Montreal, Kanada, memang dikenal dengan ide-idenya yang fenomenal diiringi konsep yang meyakinkan.


Berdasarkan keterangan pada lamannya di internet, pesawat rancangannya, the Antipode akan terbang dengan kecepatan 25.600km/jam atau dikenal dengan Mach 24. Sebagai perbandingan, pesawat Concorde dapat terbang dengan kecepatan 2.560km/jam atau Mach 2.

Pesawat ini disebutnya bisa lepas landas dari landasan terbang biasa, menggunakan pelontar roket. Pelontar ini akan mendorong pesawat hingga terbang ke ketinggian 40.000 kaki (12 kilometer), dengan kecepatan Mach 5. Sementara mesin ramjet akan mendorong pesawat terbang hingga kecepatan Mach 24.
 
 
"Kami perlu percepatan pesawat hingga ke Mach 5. Soalnya ramjet baru bisa berfungsi efisien pada kecepatan itu. Sehingga saya perlu menggunakan roket," kata Bombardier.

Pelontar roket ini akan kembali ke landasan pacu dan bisa kembali digunakan, seperti konsep SpaceX buatan Elon Musk.

Dengan konsep fantastis itu, pesawat ini lebih seperti peluru dibandingkan pesawat biasa. Jika pesawat perlu percobaan kedua untuk mendarat, maka pelontar roket dapat kembali digunakan untuk memperlambat laju pesawat.

Desain Pesawat Bombardier yang 10 kali lebih cepat dari pada Concorde ini harus dilihat secara skeptis. Dan dia sendiri mengakui itu. Pesawatnya ini hanyalah konsep, didesain untuk memancing pembicaraan terkait berbagai teknologi yang potensial. Meskipun begitu Ia sudah melihat sejumlah potensi masalah.

Konsep awal pesawat ini, yang bernama Skreemr, didesain untuk mencapai Mach 10, mengalami sejumlah kendala yang juga dialamai Concorde. Panas tinggi potensial muncul di bagian hidung dan sayap pesawat karena gesekan berkecepatan tinggi yang terjadi dengan udara.

Walau begitu, setelah mempublikasi desain dan membuat banyak orang berdiskusi, Bombardier dihubungi oleh Joseph Hazeltine, seorang insinyur di Wyle yang memberikan layanan teknis di badan antariksa AS, NASA.

Wyle mengusulkan agar pesawat ini memasukkan teknologi LPM, Long Penetration Mode atau Mode Penetrasi Panjang.

Sebagian udara akan dimasukkan ke saluran di dekat hidung pesawat. Fenomena aerodinamika yang ditimbulkannya akan mendinginkan permukaan pesawat. Sejumlah eksperimen di terowongan angin memperlihatkan bahwa uji coba ini berhasil.

Teknologi seperti LPM sayangnya tidak bisa mengurangi panas itu menjadi nol. Mesin ramjet sebenarnya juga belum pada titik bisa digunakan secara komersial. Selain itu, kecepatan pesawat super tinggi dikhawatirkan juga berdampak pada penumpang.

Namun, konsep ini setidaknya membuktikan bahwa berbagi ide bisa mendorong berbagai perkembangan teknologi. Sangat mungkin bisa mendorong perkembangan berbagai teknologi baru. 
 
BOMBARDIER FAMILY VIDEO

Jack Stewart BBC Future

Tags: