fbpx
Rupert Murdoch Menguasai Media dan Politik AS dengan Polarisasi dan Provokasi

Rupert Murdoch Menguasai Media dan Politik AS dengan Polarisasi dan Provokasi

Bahwa manusia berbeda-beda, dan sebagian orang senang berbenturan karena perpedaan, itulah bahan dagangan berita yang selalu digoreng Rupert Murdoch yang membuatnya menjadi raja media di Amerika dan dunia. Resepnya banyak ditiru.

 

Rupert Murdoch sudah memiliki koran pada usia 22 tahun, sejak itu dia mengembangkan bisnis media, hingga menjadi raja media yang sangat berpengaruh di dunia.


Penerbit, pebisnis, penguasa media yang ditakuti, itulah Rupert Murdoch, sampai usia tuanya dia tetap mengendalikan perusahaan medianya dari belakang layar, dan juga mengendalikan banyak politisi, terutama di Amerika Serikat dengan medianya Fox News.

Banyak politisi yang takut dengan headlines dan isu yang diusung media-media Rupert Murdoch yang sering provokatif dan bertujuan mencuatkan polarisasi. Dalam pemilu presiden AS yang lalu, Fox News menjadi corong politik untuk Donald Trump. Murdoch sendiri disebut-sebut Trump sebagai kawan baiknya. Namun ketika jelas bahwa Trump akan kalah, Fox News mulai mengambil jarak.

Selain Fox News, Rupert Murdoch juga memiliki harian New York Post dan koran Wall Street Journal. Setelah dia menjual sebagian besar sahamnya di raksasa entertainment Walt Disney, kerajaan medianya memang sedikit menyusut, tapi tetap saja sosoknya disegani banyak politisi.


Menguasai media dan politik dengan sensasi dan polarisasi
 
 
Rupert Murdoch adalah imigran paling berbahaya di Amerika, kata konsultan politik AS Stuart Stevens, yang bertahun-tahun menjadi penasehat strategi politik untuk Partai Republik. 
 
Stuart Stevens juga sering mengeritik Donald Trump yang dianggapnya telah merusak politik dan citra kubu Republik.

Rupert Murdoch dilahirkan di Australia dan membangun kerajaan medianya dari sebuah media kecil yang dia ambil alih pada usia 22 tahun. Dengan koran-koran kuning seperti "The Sun" di Inggris dia terutama fokus pada "jurnalisme sensasi" dan skandal, yang sering melewati batas-batas manipulasi dan propaganda.

Namun cara-cara "investigasi" para jurnalis sensasi sering menggunakan metode kotor, misalnya dengan menyuap dan melakukan pemerasan. Hal itu terungkap dalam skandal salah satu media paling sensasional di Inggris "News of the World". Tahun 2011 terungkap bahwa koran itu menyadap telpon para politisi dan selebritis untuk memeras mereka dan menyuap polisi untuk mendapatkan informasi.

Karena skandal itu, "News of The World" akhirnya ditutup dan Rupert Murdoch menghadap ke parlemen Inggris untuk memberi keterangan. Dia sendiri menyebut hari itu sebagai "hari paling menyakitkan" dalam hidupnya. Namun berbagai skandal itu tidak menggoncang pamornya sebagai orang penting yang menentukan opini publik dan agenda media dunia. DI AS, dia membangun raksasa entertainmet "21st Century Fox".

Kehidupan keluarga penuh sensasi

Kehidupan pribadi Rupert Mordoch tidak kalah dari kisah-kisah sensasi yang diberitakan medianya. Menjelang usia 85 tahun, dia menikah lagi dengan eks top model Jerry Hall, 25 tahun lebih muda, mantan isteri bintang pop Mick Jagger. Mereka saat itu baru saja berkenalan beberapa bulan.

Rupert Murdoch memiliki 6 anak dari tiga isteri berbeda. Di antara kedua anak lelakinya, Lachlan dan James, terjadi sengketa dan persaingan sengit memperebutkan kerajaan media ayah mereka. Tahun 2015, Rupert Murdoch mengumumkan bahwa dia akan menyerahkan Kelompok Perusahaan "21st Century Fox" kepada anaknya. James lalu diangkat menjadi Direktur Utama, sementara kakaknya Lachlan menjadi Ketua Komisaris. Namun tetap saja, di belakang layar yang mengambil keputusan-keputusan penting adalah sang ayah. Tahun 2019 Rupert Murdoch melepas sebagian besar sahamnya kepada Walt Disney, dan hanya mempertahankan Fox News.

James Murdoch dikenal sebagai sosok yang cukup liberal, yang menolak bantahan perubahan iklim yang sering didengungkan media ayahnya. Sementara Lachlan Murdoch sering disebut-sebut lebih konservatif dari ayahnya. Tidak heran, kalau kedua bersaudara itu sering bersilang pendapat di depan publik. Bahkan ada serial TV yang menceritakan dengan gaya satir tentang kehidupan keluarga Murdoch, judulnya "Succession". Tahun 1985 dia menanggalkan kewarganegaraan Australia dan menjadi warga AS.
 
 
Tags: , ,