fbpx
Google Untung Besar, Raup Laba Rp 259 Triliun Hanya dalam Tiga Bulan Pertama 2021

Google Untung Besar, Raup Laba Rp 259 Triliun Hanya dalam Tiga Bulan Pertama 2021

Perusahaan pemilik Google, Alphabet, mengalami lonjakan pendapatan pada kuartal pertama tahun ini karena orang-orang yang tidak bisa keluar rumah selama pandemi lebih sering menggunakan layanannya.



Laba bersih Alphabet melonjak 162% hingga $17,9 miliar (Rp259 triliun), yang merupakan rekor, dalam tiga bulan sampai Maret seiring pendapatan dari iklan membengkak tiga kali lipat.

Ini terjadi seiring sang raksasa teknologi menghadapi pengawasan yang semakin ketat atas kekuatannya dan pandemi membuat orang-orang lebih mengandalkan internet dari sebelumnya.

Perusahaan mengatakan pencapaiannya itu berkat "peningkatan aktivitas konsumen secara online".

"Selama setahun terakhir, orang-orang mengandalkan Google Penelusuran dan banyak layanan online untuk tetap terinformasi, terhubung, dan terhibur," kata kepala eksekutif Alphabet dan Google Sundar Pichai.

Banyak analis telah memperkirakan kinerja yang baik seiring ekonomi di seluruh dunia mulai dibuka kembali, mendorong lebih banyak pengeluaran untuk iklan online.

Mencerminkan pendapatan ini, bisnis di Google Penelusuran melonjak sebesar 30% menjadi $31,9 miliar (Rp462 triliun) pada kuartal tersebut, sementara di YouTube melonjak 49% menjadi $6 miliar (Rp86 triliun).

Sophie Lund-Yates, analis ekuitas di Hargreaves Lansdown, mengatakan Alphabet telah "mengambil keuntungan dari pandemi bagaikan kucing menerkam ikan asin".

"Meskipun terkenal dengan budaya start-up dan kantornya, raksasa teknologi ini sebenarnya adalah bisnis periklanan," katanya.

"Covid berarti ada sangat banyak uang yang beralih ke belanja online, jadi keluarga bisnis periklanan digital yang sangat kuat milik Alphabet mengalami lonjakan pendapatan."

Satu-satunya masalah yang dihadapi raksasa teknologi ini adalah tindakan regulasi atas masalah-masalah seperti persaingan dan privasi yang terus berlanjut.

Perselisihan terbaru terkuak ketika perusahaan teknologi TV streaming Roku menuduh Google terlibat dalam perilaku antikompetitif untuk menguntungkan YouTube dan bisnis perangkat kerasnya.

Sementara itu, regulator AS dan Eropa terus membahas pengetatan pengawasan terhadap Google dan raksasa teknologi lainnya, namun belum menyepakati suatu undang-undang.

Ditunjang performa yang kuat ini, harga saham Alphabet naik 4,5% dalam perdagangan.

 

 
Tags: ,