fbpx
Mereka yang Memulai Bisnis di Atas Umur 50 dan Sukses

Mereka yang Memulai Bisnis di Atas Umur 50 dan Sukses

Pada usia 62 tahun, Harland Sanders mendirikan jaringan restoran Kentucky Fried Chicken. Ray Kroc mendirikan McDonald's ketika dia berusia 52 tahun. Lebih berpengalaman, memiliki jaringan sosial yang luas, dan berani mengambil risiko menjadi beberapa faktor mengapa mereka yang terjun ke dunia bisnis di usia setengah abad berpeluang lebih berhasil.



Pada usia 62 tahun, Harland Sanders mendirikan jaringan restoran Kentucky Fried Chicken


Pada usia 40 tahun, setelah bertugas di militer dan melakukan sejumlah pekerjaan berbeda, Harland Sanders menjalankan sebuah bengkel di Kentucky dan menyajikan ayam goreng untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan.

Akhirnya, dia menjadi terkenal karena resepnya. Pada tahun 1952, Kentucky Fried Chicken dimulai ketika Sanders yang saat itu berusia 62 tahun mewaralabakan resepnya kepada seorang teman di Salt Lake City, Utah.

Satu dekade kemudian, perusahaan tersebut telah berkembang pesat, dan Sanders menjual kepemilikannya seharga $ 2 juta. Saat ini, KFC bernilai $ 12,6 miliar, menurut Forbes.

Ray Kroc mendirikan McDonald's ketika dia berusia 52 tahun



Pada tahun 1954, Ray Kroc makan di sebuah warung yang dikelola oleh dua bersaudara, Dick dan Mac McDonald. Kroc terkesan dengan makanan dagangan mereka, lalu dia mengubah bisnis mereka menjadi waralaba dan menciptakan McDonald's System, Inc. Dagang makanan menjadi sukses, menjual burger McDonald's yang ke-100 juta hanya tiga tahun kemudian.

Saat ini, McDonald's menghasilkan $ 21 miliar dalam penjualan dan dianggap sebagai salah satu merek paling terkenal di dunia.

Saat berusia 55 tahun, Arianna Huffington menerbitkan The Huffington Post.


Seorang imigran dari Yunani, Arianna Huffington pertama kali bekerja sebagai penulis, menulis biografi. Tetapi baru pada usia 55 tahun penulis benar-benar berhasil ketika dia meluncurkan The Huffington Post pada tahun 2005 dan menyebut dirinya sebagai pemimpin redaksi. Situs komentar dan berita ini pun mendapatkan momentum. Dalam beberapa tahun, situs itu dikenal sebagai salah satu blog paling berpengaruh di dunia.

Kisah lain terkini di Australia
 
Setelah bekerja sebagai pegawai negeri selama 35 tahun, Gail Greatorex ingin berhenti dari pekerjaannya, tetapi dia belum mau pensiun.

Menggunakan pengalamannya bekerja di bidang keamanan sebuah produk, Gail kemudian memulai usaha sendiri di usia 55 tahun.

"Saya merasa bisa menawarkan jasa saya kepada orang atau perusahaan yang memasok barang-barang kebutuhan, serta membantu mereka menghasilkan produk yang lebih aman," kata Gail.

Delapan tahun kemudian, dia masih menekuni bisnis yang dibangunnya tersebut.

"Saya senang bisa menjadi bos untuk diri saya sendiri, saya bisa memilih waktu kerja saya sendiri," katanya.

"Saya memiliki kebebasan untuk memilih proyek yang ingin saya tangani."

Gail Greatorex adalah satu dari sekian banyak warga Australia yang memulai bisnisnya sendiri saat ia berusia di atas 50 tahun. Sekarang ada sekitar 380 ribu binis yang dijalankan oleh para wiraswastawan usia senja ini di Australia.

Dan saat sifat kewiraswastaan lebih sering identik dengan orang-orang muda, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memulai usaha di usia paruh baya menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Alex Maritz, profesor di bidang wiraswasta di Latrobe University di Melbourne mengatakan wiraswasta senior memiliki beberapa kelebihan dibandingkan mereka yang lebih muda - termasuk pengetahuan, pengalaman, dan jaringan sosial atau pertemanan yang lebih banyak.

"Mereka yang berada di kelompok umur ini memiliki tingkat kemampuan yang lebih tinggi sebagai seorang manusia (human capital) yaitu pengetahuan dan keterampilan," katanya kepada ABC.

"Di bidang sosial bisa dalam bentuk jaringan pertemanan, sementara di bidang keuangan, mereka sudah memiliki modal yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang lebih muda.

Menurut Professor Maritz, mereka yang memulai usaha di usia senja juga merasa tidak begitu takut gagal.

"Mereka sudah punya banyak pengalaman dalam hidup, sudah merasakan jatuh bangun, mereka biasanya sudah belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut," katanya.

"Itulah sebenarnya jiwa wiraswasta itu - belajar dari pengalaman, bangkit kembali, bersikap aktif, inovatif, dan siap menanggung risiko.

Tetapi banyak juga warga senior Australia yang tidak tertarik untuk memulai bisnis, dan Professor Maritz mengatakan bahwa bisnis yang paling memungkinkan bagi mereka adalah usaha yang dikerjakan sendiri.

"Kelompok usia yang lebih tua memiliki tingkat keinginan lebih rendah menjadi pengusaha ," katanya.

"Ada beberapa hal yang harus kita sediakan bagi kelompok usia ini misalnya membangun sistem untuk mereka, pendidikan yang jelas, dan akses ke sumber referensi soal wiraswasta."

Membantu Yang Lain

Bambi Price mengatakan dia memiliki kepercayaan diri lebih besar menjalani usahanya di usia 60 tahunan. (Supplied: Bambi Price)

Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di industri IT, Bambi Price mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja saat dia menginjak usia 50.

"Setelah sekian lama, pekerjaan itu terasa menjadi beban," katanya.

"Satu hari dalam perjalanan ke bandara, perut saya tiba-tiba terasa mual dan saya merasa bahwa 'saya tidak lagi menikmati pekerjaan ini seperti dulu lagi".

Setelah membentuk bisnis IT sendiri di tahun 2013, dia merasa tertantang untuk membantu warga senior Australia lainnya untuk menjadi wiraswasta.

Dua tahun lalu dia membentuk sebuah perusahaan bernama War on Wasted Talent.

Usaha patungan ini dibuat untuk membantu mereka yang berusia 45 tahun ke atas untuk mulai memiliki usaha sendiri atau membuat perubahan karir.

"Semakin tua kita semakin percaya diri kita dengan kemampuan yang kita miliki," katanya.

"Ketika saya muda, saya selalu ragu-ragu saat akan menyampaikan pendapat atau ide.

"Saya sekarang memiliki banyak orang yang bisa saya mintai bantuan, hal yang tidak saya miliki bertahun-tahun lalu."
 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *