fbpx
Ketika Daya Beli Terkikis

Inflasi di AS Menembus Level Tertinggi

Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu, (12/01) melaporkankan, tingkat Inflasi di Amerika Serikat tembus level 7 persen pada Desember 2021. Ini angka inflasi tertinggi sejak 4 dekade terakhir.



Hanya harga energi dan harga BBM yang turun pada bulan November 2021, tapi tingkat inflasi di AS pada bulan itu berada di kisaran 5,5 persen, yang juga level kenaikan tertinggi sejak 1990.

Tekanan datang dari partai Republik, yang menuding Presiden AS, Joe Biden bertanggung jawab untuk kenaikan inflasi tertinggi ini. Padahal semua juga mengetahui, masalahnya tidak sederhana. Pandemi corona terbukti telah memengaruhi kinerja ekonomi secara global.

Pada Rabu, (12/01) Joe Biden mengatakan, pemerintahannya memiliki "lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan kenaikan harga yang masih terlalu tinggi.”


Federal Reserve khawatir

Federal Reserve yang merupakan bank sentral AS menyatakan khawatir dengan tingkat inflasi yang tinggi, karena warga di Amerika Serikat setiap hari harus menghadapi kenaikan harga, mulai dari pembelian kebutuhan pokok hingga hal-hal lainnya.

Biaya sewa mobil, energi dan perumahan meningkat karena inflasi. Jajak pendapat terbaru menunjukan, kekhawatiran akan inflasi menggantikan kekhawatiran terkait pandemi.

Menurut statistik Departemen Tenaga Kerja, harga sewa rumah naik 4,1 persen pada 2021 dan harga bahan makanan melonjak 6,3 persen, sementara harga mobil bekas naik 37,3 persen.

Federal Reserve juga mulai mencabut stmimulus yang diberikan untuk mendukung ekonomi selama pandemi. Angka inflasi global melesat naik pada tahun lalu, terutama akibat naiknya harga energi dan terputusnya rantai pasokan sebagai dampak pandemi Covid.

Turunkan inflasi jadi prioritas

"Tingkat inflasi di AS terlalu tinggi, sehinggan Federal Reserve memprioritaskan penuruannya", ujar Lael Brainard salah satu anggota dewan gubernur Bank Sentral AS. Selain mulai memangkas stimulus ekenomi, bank sentral juga merencanakan menaikkan suku bunga.

"Politik moneter kami berfokus pada mengembalikan tingkat inflasi di kisaran 2 persen, sambil tetap mempertahankan laju pemulihan ekonomi buat semua warga", tegas Brainard. Ekonomi telah menunjukan perbaikan siginifikan, namun pandemi tetap menjadi tantangan.

Walaupun pasaran kerja di AS menunjukan pemulihan kuat, upah dan gaji juga naik sekitar 4,2 persen, namun akibat inflasi tinggi, tabungan warga terkuras akibat naiknya harga kebutuhan pokok, BBM dan sewa rumah.
 

 

Investor miliarder Ray Dalio telah mengangkat bendera merah karena inflasi AS mencapai level tertinggi dan biaya hidup mengalami peningkatan drastis.



Pendiri Bridgewater Associates, perusahaan hedge fund terbesar di dunia, memperingatkan bahwa peningkatan nilai portofolio tidak ada hubungannya dengan peningkatan kekayaan.

“Beberapa orang membuat kesalahan dengan berpikir bahwa mereka semakin kaya karena mereka melihat aset mereka naik harganya tanpa melihat bagaimana daya beli mereka terkikis,” tulis Dalio dalam sebuah posting di LinkedIn awal pekan ini.

“Yang paling dirugikan adalah mereka yang memiliki uang tunai,” tambah pakar keuangan itu. Menurut Dalio, penentang lama pencetakan uang, agak lebih penting untuk menemukan sesuatu untuk dibeli dengan uang dalam periode kenaikan harga. untuk melindungi dana dari depresiasi.

“Ketika banyak uang dan kredit diciptakan, nilainya turun, jadi memiliki lebih banyak uang tidak selalu memberikan satu kekayaan atau daya beli lagi,” tulisnya, menambahkan bahwa kekayaan nyata menjadi fungsi dari kapasitas produksi dari waktu ke waktu.

Dalio memperingatkan bahwa AS saat ini membelanjakan lebih banyak daripada menghasilkan, dan mencoba mengatasi inflasi dengan mencetak uang yang pasti akan didevaluasi.

“Tidak ada individu, perusahaan atau negara yang tidak gagal ketika kehilangan daya belinya,” tulis investor tersebut.

 

 
Tags: ,

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *