fbpx
Putin Umumkan Peningkatan Volume Perdagangan Rusia dengan Iran

Putin Umumkan Peningkatan Volume Perdagangan Rusia dengan Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan volume perdagangan antara Moskow dan Teheran telah tumbuh 81%.



Putin, yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi pada pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan (15/9) mengatakan bahwa “hubungan antara Rusia dan Iran berkembang di sepanjang semua vektor yang telah terbentuk selama bertahun-tahun sebelumnya.” 

 
Dia menambahkan bahwa sekitar 80 perwakilan perusahaan Rusia akan pergi ke Iran minggu depan untuk misi bisnis.

Kerja sama antara kedua negara mulai berkembang pesat di tengah sanksi Barat terhadap Rusia. 
 
Sejak awal tahun, mereka telah mencapai sejumlah kesepakatan, termasuk untuk pasokan barter turbin Iran, suku cadang, dan peralatan pesawat, dan juga untuk pembangunan bersama jaringan pipa gas dan pengembangan lapangan, serta untuk bebas visa. perjalanan untuk kelompok wisata dari Rusia.

 

The Russian Council of Shopping Centres atau Dewan Pusat Perbelanjaan Rusia (RCSC) mengatakan Rusia telah mengundang merek-merek Iran, Turki, China dan India untuk mengisi pasokan akibat hengkangnya perusahaan-perusahaan ritel Barat.

 

Dewan Pusat Perbelanjaan Rusia (RCSC) – sebuah organisasi yang mewakili pengembang, pemilik pusat perbelanjaan dan operator rantai ritel – mengatakan sedang berunding dengan perwakilan terkait di empat negara, Turki, Iran, China dan India, untuk menemukan alternatif pengganti merek-merek barat.


"Daftar perusahaan asing yang untuk sementara berhenti beroperasi di Rusia telah dikirimkan kepada mereka sehingga padanan yang sesuai dapat ditemukan," menurut sebuah pernyataan di situs web RCSC.

"Seiring waktu, ini akan membantu melengkapi atau sepenuhnya mengganti barang dari merek yang sudah tidak berfungsi dengan yang memiliki kualitas dan desain yang serupa."

Merek-merek ternama dari negara Barat telah menutup sementara operasi mereka atau memilih hengkang dari Rusia sejak negara itu mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina.

Sanksi-sanksi telah menghambat rantai pasokan dan memicu sebagian warga Rusia melakukan pembelian secara berlebihan. Akibatnya terjadi kekurangan dan mendongkrak harga lebih mahal.

 

 
voa/russiatoday

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *