fbpx
Sekelas Presiden RI Menghadap Elon Musk, Tapi Tesla Sudah Lebih Nyaman Memilih Australia

Sekelas Presiden RI Menghadap Elon Musk, Tapi Tesla Sudah Lebih Nyaman Memilih Australia

Produsen mobil listrik milik Elon Musk, Tesla Inc, sudah lebih memilih Australia untuk kebutuhan nikel, bahan baterai kendaraan listrik, dan memilih India sebagai pusat pengembangan pabrik mobilnya.

 
Perusahaan tambang nikel Australia BHP telah menandatangani kesepakatan perjanjian kerja sama dengan Tesla untuk memasok nikel guna kebutuhan baterai kendaraan listrik.

Selain itu, Liontown Resources Australia telah menandatangani perjanjian dengan pabrik Tesla untuk memasok konsentrat lithium spodumene.

Tesla akan membeli 100.000 metrik ton kering (DMT) konsentrat pada tahun pertama mulai 2024. Mengutip Reuters, selanjutnya, Tesla akan meningkatkan pembelian menjadi 150.000 DMT per tahun di tahun berikutnya.

Liontown bakal memasok lithium dari proyek andalannya Kathleen Valley Lithium di Australia Barat.

Pasokan ke Tesla akan mencapai sekitar sepertiga dari kapasitas produksi tahunan di proyek tersebut.

Sebelumnya, Liontown juga sudah memiliki kesepakatan pasokan lithium dengan unit baterai LG Chem Korea Selatan dari proyek tersebut.

Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk mengatakan (entah serius atau berbasa-basi) siap menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Ini diucapkannya saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke markas SpaceX di Boca Chica, Texas.

"Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan Space X akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia," ujar Elon, menurut informasi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (15/5/2022),

Profesor Tim Lindsey, Director of the Centre for Indonesian Law, University of Melbourne, mengatakan masalah utama keengganan banyak investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Alasan utamanya yaitu karena Indonesia sebagai tujuan investasi masih sangat koruptif," katanya.

Menurut dia, Indonesia telah melakukan reformasi untuk mempermudah investasi namun hambatan-hambatan yang rumit dan korup masih tetap terjadi.

"Hal inilah yang menyebabkan banyak investor menghindari Indonesia sebagai tujuan investasi," ujarnya.
 
Poros Strategi AS di Indo-Pasifik: India, Australia, AS, Jepang dan Korea Selatan

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *