fbpx
Bank Sentral AS Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan

Bank Sentral AS Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan

Kurs rupiah makin merosot ke posisi Rp15.663 per dolar AS, pada Kamis (3/11/2022) usai Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan.


Analis memprediksi rupiah masih berpotensi makin melemah dengan kenaikan kembali tingkat suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps menjadi 3,75-4 persen. Kenaikan suku bunga The Fed akan menipiskan selisih atau spread dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kini berada di posisi 4,75 persen. Akan mendorong pelaku pasar mencari dolar AS.

 

Bank Sentral Amerika atau Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya pada hari Rabu (2/11) sebesar tiga perempat persen untuk keempat kalinya secara berturut-turut, tetapi juga mengisyaratkan bahwa Fed dapat segera mengurangi tingkat kenaikan suku bunganya.

Langkah Fed itu menaikkan suku bunga jangka pendek utamanya ke kisaran 3,75% hingga 4%, level tertinggi dalam 15 tahun. Kenaikan suku bunga itu adalah yang keenam yang dilakukan bank sentral tahun ini – sebuah rentetan yang telah membuat KPR dan pinjaman konsumen dan bisnis lainnya semakin mahal dan meningkatkan risiko resesi.

Bertahannya harga yang melambung dan biaya pinjaman yang lebih tinggi telah melemahkan kemampuan Partai Demokrat untuk mengkampanyekan kesehatan pasar kerja yang kuat selagi partai itu berusaha mempertahankan kendali di Kongres. Para kandidat Partai Republik telah menggunakan dampak serius dari inflasi yang tinggi ini untuk menyerang kandidat Partai Demokrat menjelang pemilihan paruh waktu yang akan berlangsung Selasa depan.

Pernyataan Fed Rabu itu dirilis setelah pertemuan guna membahas kebijakan terbaru. Banyak ekonom memperkirakan Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sinyal pada konferensi pers bahwa perkiraan kenaikan suku bunga Fed berikutnya pada bulan Desember mungkin hanya setengah persen, lebih kecil dari tiga perempat persen seperti yang diputuskan selama ini.

Biasanya, Fed menaikkan suku bunga secara bertahap seperempat persen. Tetapi setelah salah menduga ketika berusaha meredam inflasi tahun lalu yang oleh Fed dinilai bersifat sementara saja, Powell menaikkan suku bunga secara lebih agresif untuk mencoba memperlambat laju pinjaman dan belanja serta mengurangi tekanan pada harga-harga barang.

 

 
voa, zid
Tags: