Fenomena Berkembangnya Islam di Suku Maya Meksiko

Fenomena Berkembangnya Islam di Suku Maya Meksiko

Sejak lebih tiga dekade terakhir Islam tumbuh dan berkembang di kalangan suku Maya di Meksiko. Diskriminasi dan kemiskinan yang dialami warga kelas dua itu membuat mereka berpaling kepada agama yang tidak mengenal kasta.



Jejak Islam di San Cristobal

Di negara bagian Chiapas, sebuah kawasan berbukit nan hijau dan asri di selatan Meksiko, hidup sekelompok kecil Muslim yang kebanyakan merupakan anggota suku Tzotzil. Sebagian besar bertukar keyakinan dari Katholik atau Kristen menjadi Islam. Saat ini kaum muslim di Meksiko berjumlah 4.000 orang lebih.


Agama yang Datang dari Spanyol

Adalah perantau asal Spanyol yang kemudian memperkenalkan Islam sekte Murabitun di Meksiko akhir dekade 80an. Awalnya mereka bermukim di kota San Cristóbal dan memiliki kedekatan ideologis dengan pengikut Zapatista yang beraliran kiri dan anti kapitalis. Pada 2015 banyak anggota suku asli Maya, termasuk Tzotzil, beralih memeluk Islam.


Muslim di Jantung Katholik

Menurut sensus terakhir, 83% penduduk Meksiko beragama Katholik. Meski populasi kaum muslim cuma berkisar kurang dari 1% dari 120 juta penduduk, kebanyakan merupakan suku asli yang hidup di sekitar San Cristóbal, sebuah kota di dataran tinggi Chiapas yang memadukan budaya Spanyol dan Maya.


Berbaur dengan Budaya Maya

"Orang memandang kami dengan aneh, mereka pikir kami teroris dan mereka takut," kata Mustafa, seorang anggota komunitas Ahmadiyah. "Tapi seiring dengan waktu dan berkat tindakan kami, pandangan tersebut mulai berubah," imbuhnya. Kaum muslim di Meksiko mudah dikenali lewat kopiah yang dikenakan para lelaki dan syal khas suku Maya yang diubah menjadi jilbab oleh kaum perempuan.


Diskriminasi Sehari-hari

Suku asli Maya tergolong warga kelas dua di Meksiko. Kemiskinan pun menjadi keseharian. Potret diskriminasi terhadap suku Maya bisa terlihat dari keseharian di San Cristóbal: warga asli yang sedang berjalan di atas trotoar terbiasa menyingkir ke jalan jika berpapasan dengan penduduk kulit putih. Sementara pasar terbesar di kota dikuasai oleh suku asli beragama Katholik.


Islam Bersambut Kecurigaan

Pemerintah Meksiko awalnya juga menaruh kecurigaan pada gelombang Islamisasi suku Maya. Presiden Vicente Fox kala itu mengkhawatirkan pengaruh ideologi radikal dan potensi terorisme. Dinas Rahasia ditugaskan memantau komunitas muslim di San Cristóbal. Namun kecurigaan tersebut berakhir setelah ketahuan minoritas muslim di Meksiko tidak memiliki agenda politik apapun.


Pertarungan Agama

Chiapas sudah sejak lama menjadi ladang pertikaian antar agama. Awalnya penjajah Spanyol memaksa suku asli memeluk agama Katholik, tidak jarang dengan kekerasan. Namun separuh abad kemudian giliran misionaris Kristen Protestan asal Amerika yang mencoba mengusir pengaruh Vatikan dari pedalaman Meksiko.


Kecil dan Aktif

Kaum muslim di San Cristóbal memiliki sebuah restoran Pizza dan bengkel kayu. Di halaman belakang mereka membuka sekolah Al-Quran untuk anak-anak dan sebuah Mushalla kecil untuk menunaikan sholat lima waktu. Uniknya setiap suku asli yang memeluk Islam diwajibkan menebar dakwah Islam kepada sanak keluarganya.

bbc, dw, rtr, spiegel, vice

Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *