Faktanya Negara-Negara Kaya Justru Alami Kematian COVID-19 yang Tinggi

Faktanya Negara-Negara Kaya Justru Alami Kematian COVID-19 yang Tinggi, Mengapa?

Tapi ini benar-benar terjadi. Kekayaan dan obat-obatan modern yang dimiliki negara-negara terkaya di dunia, ternyata tak dapat mencegah penyebaran COVID-19 yang mengerikan bagi warganya.



Menurut para pakar, ada beberapa faktor mengapa kelompok negara kaya mengalami kegagalan yang begitu buruk, selain kita sudah tahu penyebab utamanya: respon yang lambat.

Data dari Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat mengungkap sejumlah hal. Tapi mungkin yang paling menyolok adalah AS, Inggris, Italia, Prancis, dan Spanyol yang memiliki 70 persen dari total kematian COVID-19 di dunia.

Semua negara itu kaya dan memiliki sistem kesehatan yang canggih. Meski kini persentase kematian sudah menurun, namun pukulannya sudah begitu berat, dan bahkan potensi ancaman di masa depan tetap nyata.

Sementara banyak negara miskin dan berpenghasilan menengah, sejauh ini selamat dari kondisi kematian seperti yang dialami negara-negara kaya.

Tidak ada penjelasan tunggal untuk memahami hal ini. Namun ada beberapa pengamatan umum yang masuk akal.


Dampak dari perjalanan internasional

Negara-negara yang paling terpukul merupakan negara yang paling banyak pergerakan manusianya secara internasional, dengan bandara-bandara tersibuk di dunia, dikunjungi ratusan juta penumpang setiap tahun.

Warga dari negara-negara kaya banyak melakukan perjalanan internasional dan menikmati hubungan perdagangan global terutama dengan China, tempat wabah ini bermula.

Perjalanan internasional ini tidak diragukan lagi telah menyebarkan virus corona dengan cepat.

Faktor ini mengurangi kesempatan merespon penyebaran virus bagi kota-kota kosmopolitan seperti New York, London dan Paris.

Posisi mereka sebagai pusat internasional, justru membawa malapetaka.
 

Bagikan Via Line, WhatsApp, Twitter, Facebook

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *