Apa Siapa Antifa yang Dituding Organisasi Teroris oleh Presiden Trump

Apa Siapa Antifa yang Dituding Organisasi Teroris oleh Presiden Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan akan segera mendeklarasikan Antifa sebagai organisasi teroris.



Presiden Trump mengatakan, kelompok kiri Antifa yang militan sebagai penggerak di balik beberapa aksi kerusuhan di sejumlah kota di Amerika Serikat.

"Itu Antifa, itu adalah orang-orang radikal kiri yang jahat. Dan mereka harus diberi pelajaran bahwa mereka tidak bisa melakukan ini," kata Presiden Trump.

Namun, desakan Presiden Trump mendapat sejumlah perlawanan.

Hina Shamsi, direktur National Security Project yang bernaung di bawah Serikat Kebebasan Sipil Amerika Serikat, mengatakan Presiden Trump tidak memiliki "otoritas hukum untuk menyebut sebuah kelompok lokal" sebagai organisasi teroris.

"Terorisme adalah label politik yang inheren, mudah dimanfaatkan dan disalahgunakan. Tidak ada otoritas hukum untuk menunjuk kelompok domestik [sebagai organisasi teroris]. Penunjukan seperti itu akan membangkitkan proses hukum yang signifikan dan kekhawatiran pada Amandemen Pertama," katanya kepada CNN.

Jadi, apa itu Antifa?

'Organisasi' yang sulit dijabarkan

Antifa, kependekan dari "anti-fasis", adalah kelompok-kelompok aktivis militan kiri yang jumlahnya tidak diketahui dan saling berafiliasi, serta individu-individu yang menentang apa yang mereka anggap sebagai "fasisme" di seluruh dunia.

Antifa mendapat perhatian ekstra setelah berhadapan dengan supremasi kulit putih di aksi unjuk rasa 'Charlottesville Unite the Right' pada tahun 2017 dan dengan kelompok sayap kanan 'The Proud Boys di Portland', Oregon, tahun lalu.

Biro Investigasi Federal (FBI) awal tahun ini beralih dengan menjadikan kelompok ekstremisme supremasi kulit putih sebagai prioritas utama yang setara dengan kelompok teroris asing, karena menanggapnya sebagai kelompok dengan risiko terbesar untuk terorisme di dalam negeri.

Para ahli memandang Antifa sebagai sebuah ideologi, ketimbang bentuk organisasi, karena Antifa tidak memiliki struktur secara keseluruhan, keanggotaan resmi, hierarki atau kepemimpinan, melainkan hanya disatukan oleh serangkaian tujuan anti-rasis, anti-seksis dan anti-kapitalis secara umum.

Mark Bray, penulis 'Antifa: The Anti-Fascist Handbook', mengatakan kepada Radio ABC meskipun anti-fasis dikenal identik dengan kekerasan, sebagian besar kegiatan mereka sebenarnya tanpa kekerasan.

Namun ia mengatakan karena "kekerasan inheren antara fasisme dan Nazi-isme", Antifa percaya bahwa penggunaaan kekerasan kadang diperlukan.
Sebuah gerakan dengan sejarah panjang yang mencuat karena media sosial

Gerakan Antifa sering dikatakan memiliki akar yang merentang sejauh Aktion Antifaschistische, yang menentang fasisme di Jerman sebelum Perang Dunia II.

Dosen bidang studi keamanan dan intelijen Charles Sturt University, Troy Whitford mengatakan, generasi anti-fasis saat ini memiliki pendahulu militan progresif 'counter-culture' tahun 1960-an dan 1970-an dan selama protes anti-globalisasi pada 1990-an dan 2000-an.

Sementara platform Antifa sebenarnya cukup masuk akal dewasa ini, katanya, adopsi kekerasan mereka sebagai taktik dan penindasan terhadap sudut pandang yang berlawanan membuat diri mereka sendiri, dalam arti tertentu, fasis.

Whitford mengatakan keunggulan Antifa dalam beberapa tahun terakhir adalah sebagian karena media sosial, yang telah memperluas penyebaran ideologi dan membuat Antifa lebih mudah mengatur gerakan balasan dan demonstrasi.

Namun Whitford mengatakan, bukan sebuah kebetulan jika profil mereka telah bertumbuh sejak pemilihan Presiden Trump pada tahun 2016.

Antifa, menurut definisi, merupakan kekuatan oposisi dan presiden Trump telah memberi mereka sesuatu untuk dilawan, katanya.

 
"Mereka muncul lebih kuat dan lebih keras saat pemerintahnya konservatif," katanya.

"Jika Obama ada di saat ini, tidak mungkin Anda akan mengalami demam yang sama seperti sekarang."
Seberapa terlibatkah Antifa dalam protes saat ini?

Penulis dan peneliti antifasis Australia, Andy Fleming mengatakan sulit untuk mengatakan seberapa besar keterlibatan Antifa dalam unjuk rasa dan kerusuhan yang saat ini terjadi di Amerika Serikat.

Dia mengatakan, mereka dapat memberikan dukungan hukum, dana jaminan, bantuan medis, menghadiri protes, membuat laporan, mempublikasikan analisis dan berusaha untuk mengekspos upaya sayap kanan untuk menyusup dan memanfaatkan protes.

"Secara umum, anti-fasis mendukung protes terhadap kebrutalan polisi rasis," katanya.

"[Tetapi] untuk mengkarakterisasi protes ini didasari atau terjadi atas dorongan anti-fasis secara radikal adalah keliru."

"Ini adalah mobilisasi yang benar-benar populer, di mana orang Afrika-Amerika, terlepas mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai 'anti-fasis' atau tidak, memainkan peran utama."

Penulis dari Australia, Andy Fleming mengatakan dimensi hukum untuk deklarasi Trump tidak terlalu penting dibanding niat politiknya.

"Menurut saya adalah seputar memperkuat kedudukannya hingga pemilihan di bulan November nanti, membingkai demo tersebut sebagai ulah kekuatan politik 'pihak asing' dan membuka ruang bagi lebih banyak kebrutalan polisi," kata dia.

"Hal ini dapat dilihat sebagai tanda keputusasaan politik."
 
 
 

Will Jackson, ABC News

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *