Dengan Salam Tiga Jari, Para Mahasiswa Memimpin Aksi Besar-besaran Melawan Pemerintah

Dengan Salam Tiga Jari, Para Mahasiswa Memimpin Aksi Besar-besaran Melawan Pemerintah

Gerakan pro-demokrasi yang berkembang di Thailand menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.


Ribuan anak muda di Thailand menentang pemerintah, turun ke jalan, dan menyerukan perubahan dalam sejumlah aksi protes pro-demokrasi. Demonstrasi ini merupakan aksi terbesar yang pernah terjadi di negara itu sejak beberapa tahun terakhir.

Pemberlakuan dekrit darurat yang melarang demonstrasi semacam itu telah dikeluarkan oleh pemerintah Thailand sebagai upaya untuk menekan demonstrasi yang sebagian besar berjalan damai dengan menjadikan monarki sebagai target.

Meskipun demikian, gerakan demokrasi yang dipimpin mahasiswa terus berlanjut, menyebabkan banyak penangkapan.

Pengunjuk rasa menuntut amandemen konstitusi, pemilihan umum baru, dan diakhirinya penindasan terhadap aktivis hak asasi dan pengeritik negara.


Mereka juga menyerukan pembatasan kekuasaan raja - tuntutan yang telah menyebabkan diskusi publik yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengingat institusi ini telah lama terlindung dari kritik hukum.

Hukum lese-majeste Thailand, yang melarang penghinaan terhadap monarki, termasuk yang paling ketat di dunia. Mereka yang dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan ini akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara. Kritikus mengatakan hal itu digunakan untuk menekan kebebasan berpendapat.

Pemerintah Thailand telah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang pertemuan besar, membatasi kelompok maksimal empat orang.

Namun pengunjuk rasa, sejak dekrit dikeluarkan justru berbaris menentang larangan tersebut. Ratusan orang turun ke jalan di ibu kota Bangkok, beberapa menyasar kantor perdana menteri. Pemerintah menanggapi dengan mengerahkan polisi anti huru hara.

Di antara mereka yang ditangkap dalam demonstrasi terakhir adalah mahasiswi Panusaya Sithijirawattanakul.
 
 
Panusaya menjadi salah satu wajah aksi protes yang paling menonjol setelah mahasiswi ini menyampaikan 10 poin manifesto yang mendesak reformasi kerajaan. Ia ditangkap dan dibawa pergi dengan kursi roda sambil memberi salam tiga jari.

Salam tiga jari diambil dari film Hunger Games, itu adalah simbol pembangkangan terhadap penguasa otoriter.
 
BBC News - Global News, VOA

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *