Melihat Masa Depan Manusia di Muka Bumi

Melihat Masa Depan Manusia di Muka Bumi

Berdasarkan prediksi PBB, akan ada 11,2 miliar manusia yang hidup pada tahun 2100. Namun, tentu saja ini adalah proyeksi, bukan kepastian. Dalam skenario lain, penduduk bumi bisa saja 'hanya' 7,2 miliar jiwa. Itu lebih sedikit daripada jumlah penduduk sekarang, 7,5 miliar orang. 

 

Populasi dunia akan meningkat dari 7,8 miliar saat ini menjadi 9,7 miliar pada tahun 2064, yang menjadi puncak populasi dunia, kata sebuah studi dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington (UWA).

Setelah tahun 2064, angka populasi dunia akan menyusut dan mencapai 8,8 miliar manusia pada 2100. Ini berarti dua miliar lebih sedikit dari perkiraan PBB. Studi kependudukan global PBB tahun 2019 memperkirakan populasi dunia bisa mencapai 10,9 miliar manusia pada tahun 2100.

Para peneliti di IHME mengatakan, model kependudukan PBB tidak memperhitungkan turunnya tingkat fertilitas di beberapa kawasan dan struktur penduduk yang makin menua, demikian juga dampak dari kebijakan pemerintahan terhadap pertumbuhan penduduk.

Populasi global menyusut

Menurut penelitian IHME yang dirilis di jurnal medis Inggris The Lancet, setelah 2064 populasi dunia tidak bertambah lagi, melainkan menyusut. Ini berbeda dari model kependudukan PBB. Para peneliti mengatakan, struktur kependudukan juga berubah drastis.

Pada tahun 2100, populasi di 23 negara akan turun sampai setengahnya dari saat ini, sedangkan di 34 negara penyusutan penduduk lebih drastis lagi, yaitu hanya tersisa 25 sampai 50 persen dari populasi saat ini.

Kebanyakan negara pada tahun 2100 tidak bisa mempertahankan pertumbuhan jumlah penduduk, kata studi IHME. Di 183 dari 195 negara, pertumbuhan penduduk terhenti dan akan mulai minus, seandainya tidak ada migrasi dari negara lain.

Perubahan geopolitik

Tren kependudukan global menurut penelitian IHME menunjukkan, populasi Cina yang saat ini sekitar 1,4 miliar, bisa turun menjadi tinggal 730 juta pada 2100, sementara populasi Afrika sub-Sahara bisa naik tiga kali lipat menjadi 3,07 miliar.

Fluktuasi seperti itu "dapat mengakibatkan perubahan besar dalam peta kekuatan ekonomi global pada akhir abad ini," tulis para peneliti dan memprediksi bahwa dunia tidak hanya akan didominasi oleh Cina dan AS saja, melainkan juga oleh India dan Nigeria, yang pada 2100 akan menjadi dua negara terpadat dunia.

Studi IHME yang dipublikasi di The Lancet juga memprediksi perubahan besar pada struktur usia. Studi itu memperkirakan bahwa " 2,37 miliar orang akan berusia lebih dari 65 tahun tahun pada tahun 2100.”

"Banyak populasi yang akan menyusut dengan cepat di Asia dan Eropa Tengah dan Timur," kata studi itu. Penurunan populasi di beberapa negara dapat diimbangi oleh kebijakan imigrasi yang liberal, yang "dapat membantu mempertahankan ukuran populasi dan pertumbuhan ekonomi", bahkan ketika tingkat fertilitas turun. Juga disimpulkan bahwa Sub-Sahara Afrika kemungkinan „akan menjadi semakin kuat di panggung geopolitik ketika populasinya meningkat."

 
Di mana orang akan tinggal?

Pada tahun 2030, akan ada 41 megacity, yaitu kota dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Dan pada 2050, dua pertiga dari penduduk dunia, yaitu sebanyak 6,3 miliar jiwa, akan hidup di area perkotaan.

Kota-kota yang teramat padat tersebut akan dapat menampung orang, dengan tentunya, luas lahan yang minim. 
 
Akankah banyak pekerjaan diambil alih robot?

Hampir separuh pekerjaan di Amerika Serikat nantinya akan dikerjakan oleh robot atau komputer, ungkap peneliti Universitas Oxford. Dan ada beberapa pekerjaan yang berpotensi lebih besar dikerjakan oleh robot atau komputer. Misalnya akuntan, pengemudi taksi dan sales lewat telpon kemungkinan akan digantikan oleh robot dalam satu atau dua dekade mendatang.

Pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, keterampilan dan empati lah yang akan tetap dikerjakan oleh manusia dalam jangka waktu lama. Buruh di masa depan harus siap-siap beradaptasi dengan menipisnya peluang pekerjaan.

Dari mana sumber energi kita berasal?

Saat ini mayoritas sumber energi yang digunakan manusia, yaitu sebanyak 86%, berasal dari minyak bumi. Energi terbarukan menyumbang sekitar 10% saja. Tetapi jumlah itu terus naik.

Konsumsi energi matahari secara global, sudah melonjak 7,5 kali lipat pada tahun 2015, dibandingkan tahun 2010. Pada masa depan yang diprediksi akan didominasi energi terbarukan, negara-negara yang memiliki lahan luas, tempat turbin angin dan panel surya bisa dipasang, akan mendapat keuntungannya tersendiri.

Bagaimana dengan tingkat harapan hidup?

Pada tahun 1950, banyak orang di dunia berumur kurang dari 50 tahun. Saat ini, tingkat harapan hidup rata-rata penduduk bumi adalah 72 tahun. Angka itu diprediksi terus meningkat. Pada 2100, usia harapan hidup manusia diperkirakan mencapai 83 tahun. Umur lebih panjang berarti jumlah orang tua juga semakin banyak. Piramida populasi pun kelancipan ke atasnya juga semakin jauh berkurang.

Jika pada tahun 1950 usia rata-rata orang yang masih hidup adalah 24 tahun, maka pada tahun 2100 usia rata-ratanya adalah 42 tahun.
 
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *