Badan Intelijen Jerman Awasi Partai Radikal Anti-Islam AFD

Badan Intelijen Jerman Awasi Partai Radikal Anti-Islam AFD

Media Jerman melaporkan Badan intelijen dalam negeri Jerman menetapkan partai radikal sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam pengawasan, karena diduga terkait ekstremis yang menimbulkan potensi ancaman bagi demokrasi.



Di situsnya, AfD menyatakan bahwa 'Islam bukan milik Jerman' - partai ini sangat anti Islam dan anti imigran.

Dalam kongres di kota Koeln, partai Alternative fuer Deutschland (AfD: Alternatif bagi Jerman) menetapkan bahwa Islam tidak cocok dengan budaya Jerman.

Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (Bundesamt für Verfassungsschutz/BfV) tidak mengomentari laporan intelijen tersebut karena upaya hukum yang sedang dilakukan AfD.

Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi BfV, tidak mengkonfirmasi atau menyangkal laporan berita tersebut, tetapi beberapa organisasi media Jerman melaporkan sumber-sumber pemerintah yang mengetahui situasi tersebut membenarkan pengawasan itu.

Pada Rabu (3/3) kepemimpinan AfD, yang menduduki 88 dari 709 kursi di parlemen, mengatakan pengawasan itu "sama sekali tidak bisa dibenarkan" dan berjanji untuk melawannya di pengadilan.

Keputusan BfV pada 24 Februari yang menetapkan AfD sebagai potensi ancaman keamanan adalah yang pertama dalam sejarah pasca perang Jerman di mana partai politik yang memiliki wakil di parlemen berada di bawah pengawasan semacam itu.

Penetapan tersebut memberi badan intelijen kekuatan pengawasan tambahan, termasuk menyadap telepon dan komunikasi lainnya serta memantau pergerakan anggota AfD.

AfD telah menjadi partai oposisi utama di Parlemen Jerman dan memiliki wakil di seluruh negeri.

Langkah ini juga dilakukan menjelang pemilihan September yang akan memilih pengganti Kanselir Angela Merkel.

Alexander Gauland, Ketua Faksi AfD di parlemen, kepada wartawan mengatakan penunjukan tersebut jelas merupakan upaya untuk merusak peluang partai dalam pemilu, dan masalah tersebut akan diputuskan di pengadilan.

AfD saat ini merupakan partai terbesar dari empat partai oposisi di parlemen nasional dan memiliki anggota di 16 majelis pada tingkat negara bagian.

Partai tersebut semakin mantap menganut aliran kanan sejak didirikan pada 2013 untuk mengecam mata uang gabungan euro. AfD dalam beberapa tahun terakhir mendapat kecaman keras karena retorika anti-imigran dan hubungannya dengan neo-Nazi. Beberapa anggota AfD bersimpati dengan penyerbuan di gedung Capitol Amerika pada 6 Januari.

Beberapa tokoh senior yang mundur dalam beberapa tahun terakhir memperingatkan bahwa partai itu diambil alih oleh kaum radikalis ekstremis sayap kanan.

Seorang anggota partai AfD yang dikenal dengan retorika anti-Islam, mengejutkan para pengamat dengan memeluk agama Islam.

Arthur Wagner pernah menjadi anggota komite eksekutif partai di negara bagian Brandenburg baru-baru ini mengundurkan diri dan bersyahadat memeluk Islam.

 
Arthur Wagner

Pria berusia 50 tahun itu mengatakan bahwa alasannya adalah 'urusan pribadi'.

Juga, juru bicara partai di Brandenburg menegaskan bahwa pindah agamanya Wagner 'bukan persoalan bagi partai'.

"Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusi dalam kebebasan beragama," kata Daniel Friese seperti dikutip koran setempat.
 
Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *