Rezim Komunis Vietnam Gunakan Hacker dan Buzzer untuk Berangus Lawan Politik

Rezim Komunis Vietnam Gunakan Polisi Siber, Hacker dan Buzzer untuk Berangus Lawan Politik

Para pakar mengatakan klaim kelompok advokasi internasional bahwa pemerintah Vietnam telah menggunakan polisi Siber serta buzzer dan hacker (peretas) untuk menarget aktivis, menunjukkan bahwa negara komunis di Asia Tenggara itu memperluas penggunaan teknologi untuk memberangus lawan-lawan politiknya.



Ocean Lotus, kelompok bayangan yang dideteksi bekerja sama dengan pemerintah Vietnam, "berada di balik propaganda berkelanjutan dalam serangan mata-mata siber," kata Amnesty International yang berbasis di London dalam pernyataannya, setelah melakukan penelitian selama dua tahun.

Amnesty mengatakan serangan itu menarget aktivis hak asasi dan sektor swasta, baik di Vietnam maupun di luar negeri.

Para pengamat Vietnam mengatakan serangan-serangan peretasan itu menandakan peningkatan penggunaan teknologi untuk memberangus lawan politik pemerintah Vietnam.

Direktur lembaga riset regional, Asia Center yang berbasis di Bangkok, James Gomez mengatakan polisi siber Vietnam sudah menggunakan internet trolls, dan berwenang mengganggu akun medsos warga.

Keputusan Undang-Undang Keamanan Siber yang mulai diberlakukan pada 2019 membantu pemerintah mengumpulkan bukti untuk menjerat mereka yang menentang dengan memerintahkan penyedia layanan online, seperti platform media sosial, untuk mengawasi akun-akun tersebut.

“Manipulasi dan intimidasi media sosial merupakan bagian dari perangkat Vietnam untuk menetralkan kritik online serta aktivis yang menggunakan media sosial untuk memobilisasi aksi,” kata Gomez.

"Identitas para penyerang online yang terlibat dalam manipulasi media sosial ini tidak dikenal publik, tetapi nampak sejalan dengan Kementerian Keamanan Publik."

Vietnam memburu setiap "mobilisasi massa dalam skala nasional" melawan partai yang berkuasa.

 

 
Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *