Di Era Biden Bentrokan AS-China Lebih Mungkin Terjadi, Kata PM Singapura

Di Era Biden Bentrokan AS-China Lebih Mungkin Terjadi, Kata PM Singapura

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kepada BBC bahwa bentrokan antara AS dan China kini di era Presiden Joe Biden lebih mungkin terjadi.



Namun, ia menegaskan bahwa peluang terjadinya konflik militer "belum tinggi".

Sang PM mengatakan jika kedua negara terus mengambil sikap keras karena pertimbangan domestik, keduanya dapat segera berada dalam kondisi impas.

Lee enggan memberikan nasihat untuk China namun menekankan bahwa arah politik yang diambil negara tersebut telah menimbulkan ketegangan dengan banyak negara besar maupun kecil.

"Ada ketidakpastian [dan] kegelisahan yang cukup besar tentang ke mana arah China, dan apakah ini akan baik untuk mereka," katanya kepada program BBC World News, Talking Business Asia.

"Saya pikir itu tidak menguntungkan bagi China."

Sang pemimpin Singapura sering ditanyai perihal pandangannya tentang hubungan AS-China, karena negara kepulauan kecil itu memainkan peran besar dalam hal ekonomi dan pengaruh politik di kawasan.

AS adalah mitra keamanan Singapura dan salah satu investor terbesar di negara itu, jauh melampaui kontribusi negara-negara lain.

Sementara China adalah pasar ekspor terbesar Singapura dan, seperti banyak negara di Asia, ekonomi Singapura telah diuntungkan dengan kebangkitan China.

Dia juga membahas persaingan antara kedua negara untuk dominasi global.

"AS masih nomor satu tapi nomor dua [China] tidak begitu jauh di belakang," katanya. "Itulah yang sulit diterima AS."

Menurut beberapa estimasi, ekonomi China akan melampaui AS dan menjadi yang terbesar di dunia pada 2028, lima tahun lebih awal dari yang diramalkan sebelumnya.

Kebangkitan ekonomi China yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir disertai dengan peningkatan agresi baik secara internal maupun eksternal di bawah kekuasaan Xi Jinping.

PM Lee berkata Singapura tidak bisa berpihak.

"Ini masalah bagi banyak negara, karena itu kami semua berharap dan mendorong kedua kekuatan besar ini untuk memikirkan dengan sangat hati-hati sebelum memutuskan bahwa negara lainnya adalah lawan yang harus ditahan, bila tidak dihabisi," ujarnya.

"Yang ingin kami lihat adalah China menjadi negara yang pertumbuhan kemakmurannya, perkembangannya, dan kekuatannya disambut oleh negara-negara lain di dunia, yang melihat ini sebagai kesempatan untuk makmur bersama dan hidup dalam dunia yang stabil bersama-sama."

Memburuknya hubungan AS-China terjadi di tengah pandemi dan respons negatif terhadap globalisasi, tren ekonomi yang telah membantu Singapura menjadi salah satu negara terkaya di Asia.

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *