fbpx
Trik Sulap Digunakan untuk Pengalihan Isu Politik

Bagaimana Trik Sulap Digunakan untuk Pengalihan Isu Politik

Trik sulap mengecoh fokus perhatian, digunakan untuk mengendalikan dan manipulasi isu politik, kata peneliti dari Goldsmiths, University of London, Inggris. Ketika fokus publik teralihkan, ada "target politik tertentu" digoalkan.



Menurut penelitian mereka, trik psikologi yang digunakan oleh pesulap untuk mengecoh penonton juga digunakan untuk memengaruhi isu politik.

Para psikolog mengamati bagaimana trik sulap menciptakan "ilusi pilihan", ketika penonton dibuat gagal fokus.

Dr Kuhn, bagian dari tim riset Magic Lab, mengatakan semakin banyak fakta yang memperlihatkan bagaimana "teknik tipuan" pesulap dapat digunakan untuk memengaruhi perilaku.

Ia melihat penguasa dan politikus semakin lihai menggunakan taktik "pengalihan" (misdirection), yaitu ketika pesulap mengarahkan perhatian penonton ke satu arah, dengan sesuatu yang sensasional, sementara trik sebenarnya dilakukan di arah lain.

"Bahkan jika Anda tahu bahwa perhatian Anda sedang dialihkan, masalahnya adalah taktik ini sangat efektif dan tetap ada efeknya," kata Dr. Kuhn. Apalagi ditambah 'penghanyutan' pemberitaan media dan hiruk pikuk di medsos yang mudah dipicu bergonta-ganti isu.

"Namun tentu saja kendali tersembunyi dan modifikasi pikiran orang juga memunculkan masalah etika serius."

Dan ia memperingatkan "pengaruh negatif, misalnya dampak propaganda politik".

Penelitian ini - Mind control trick: magicians' forcing and free will (Trik mengendalikan pikiran: teknik pemaksaan pesulap dan kehendak bebas) oleh psikolog Alice Pailhes dan Gustav Kuhn - meneliti bagaimana para pesulap mengendalikan pikiran penontonnya - dan bagaimana taktik ini juga diterapkan dalam taktik politik.

"Banyak prinsip-prinsip sulap ini menunjukkan bahwa Anda dapat dengan mudah memanipulasi dan memengaruhi keputusan yang dibuat orang lain - dan meskipun mereka merasa bebas membuat keputusan tersebut, si pesulap atau si penguasa politiklah yang [sebenarnya] memegang kendali penuh," kata Dr. Kuhn.

Studi tersebut, diterbitkan dalam jurnal ilmiah Trends in Cognitive Science, mengidentifikasi berbagai perangkat psikologi yang digunakan oleh pesulap dan praktek di dunia politik.

'Ilusi pilihan'

Ada juga trik sulap yang disebut "equivoke" atau keambiguan - ketika publik percaya bahwa mereka membuat pilihan independen dalam suatu trik, padahal sebenarnya apapun pilihan mereka "tidak berpengaruh pada hasil akhirnya".

"Terlepas dari pilihan publik, sekuens berakhir dengan hasil yang sama. Keambiguan itu sangat efektif untuk menghadirkan ilusi perasaan bahwa publik yang dikecoh merasa seolah memegang kendali," kata studi tersebut.

Dr. Kuhn mengatakan bahwa "ilusi pilihan" yang diciptakan oleh sang pesulap, memanfaatkan keinginan untuk memegang kendali, diterapkan juga di bidang politik.

 

 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *