fbpx
Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno mengatakan Anies Baswedan tidak mencalonkan diri sebagai capres, tapi jika koalisi parpol mencapreskan Anies, maka Pemuda Pancasila siap mendukung total.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan...
Agustus 1914, tentara Perancis menembakkan granat berisi gas kepada prajurit Jerman di kawasan...
Anies Baswedan mengatakan bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam:...
Dalam dua kali survei Indikator Politik Indonesia tahun ini, partai politik menjadi institusi...
Trik Sulap Digunakan untuk Pengalihan Isu Politik

Trik Sulap dan Trik Copet Digunakan untuk Pengalihan Isu



Menurut penelitian mereka, trik yang digunakan oleh copet dan pesulap untuk mengecoh orang juga digunakan untuk mempengaruhi isu politik.

Para psikolog mengamati bagaimana trik copet dan trik sulap menciptakan "ilusi pilihan", ketika orang dibuat gagal fokus.

Dr Kuhn, bagian dari tim riset Magic Lab, mengatakan semakin banyak fakta yang memperlihatkan bagaimana "teknik tipuan" pesulap dapat digunakan untuk memengaruhi perilaku.

Ia melihat penguasa dan politikus semakin lihai menggunakan taktik "pengalihan" (misdirection), yaitu ketika pesulap mengarahkan perhatian orang ke satu arah, dengan sesuatu yang sensasional.

"Bahkan jika kita tahu bahwa perhatian kita sedang dialihkan, masalahnya adalah taktik ini sangat efektif dan tetap ada efeknya," kata Dr. Kuhn. Apalagi ditambah 'penggiringan' pemberitaan dan hiruk pikuk di medsos yang mudah dipicu bergonta-ganti isu.

"Namun tentu saja kendali tersembunyi dan modifikasi pikiran orang juga memunculkan masalah etika serius."

Dan ia memperingatkan "pengaruh negatif, misalnya dampak propaganda politik".

Penelitian ini - Mind control trick: magicians' forcing and free will (Trik mengendalikan pikiran: teknik pemaksaan pesulap dan kehendak bebas) oleh psikolog Alice Pailhes dan Gustav Kuhn - meneliti bagaimana para pesulap mengendalikan pikiran penontonnya - dan bagaimana taktik ini juga diterapkan dalam taktik politik.

"Banyak prinsip-prinsip sulap ini menunjukkan bahwa Anda dapat dengan mudah memanipulasi dan memengaruhi keputusan yang dibuat orang lain - dan meskipun mereka merasa bebas membuat keputusan tersebut, si pesulap atau si penguasa politiklah yang [sebenarnya] memegang kendali penuh," kata Dr. Kuhn.

Studi tersebut, diterbitkan dalam jurnal ilmiah Trends in Cognitive Science, mengidentifikasi berbagai perangkat psikologi yang digunakan oleh pesulap dan praktek di dunia politik.

'Ilusi pilihan'

Ada juga trik sulap yang disebut "equivoke" atau keambiguan - ketika publik percaya bahwa mereka membuat pilihan independen dalam suatu trik, padahal sebenarnya apapun pilihan mereka "tidak berpengaruh pada hasil akhirnya".

"Terlepas dari pilihan publik, sekuens berakhir dengan hasil yang sama. Keambiguan itu sangat efektif untuk menghadirkan ilusi perasaan bahwa publik yang dikecoh merasa seolah memegang kendali," kata studi tersebut.

Dr. Kuhn mengatakan bahwa "ilusi pilihan" yang diciptakan oleh sang pesulap, memanfaatkan keinginan untuk memegang kendali, diterapkan juga di bidang politik.

 

 
 
Editor in Chief:
 
Muhammad MG
 
 
Editor: 
 
Abraham Mohammad 
 
Siti Rahmah 
 
Anita Fransiska 
 
Nina Fitri
 
 
Zid World Media 
 
idzamane@outlook.com 
 
idzamane@gmail.com
 
 
Jl Taman Malaka Selatan 2F, Jakarta Timur 
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *

Please publish modules in offcanvas position.