Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Canggih untuk Hadapi China

Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Canggih untuk Hadapi China

Taiwan telah memulai produksi massal rudal canggih jarak jauh, sebagai upaya mengembangkan kapasitas serangan militernya di tengah meningkatnya tekanan China.

 
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menekankan pentingnya mengembangkan alat penangkal "asimetris", menggunakan peralatan mobile yang sulit dilacak dan dihancurkan, serta mampu mencapai target yang jauh dari pantai Taiwan.

Angkatan bersenjata Taiwan menjalankan program modernisasi persenjataan untuk melakukan pencegahan yang lebih efektif, termasuk kemampuan untuk menyerang balik pangkalan di China jika terjadi konflik.

Menanggapi pertanyaan anggota parlemen, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh adalah prioritas.

"Kami berharap itu (misil) jarak jauh, akurat dan mobile," katanya. Dia menambahkan penelitian yang "tidak pernah berhenti” tentang senjata seperti itu dilakukan oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan.

Wakil direktur institut tersebut, Leng Chin-hsu, mengatakan satu rudal jarak jauh berbasis darat telah memasuki masa produksi, dengan tiga rudal jarak jauh lainnya sedang masih dalam pengembangan.

Institut tersebut, yang memimpin upaya pengembangan senjata Taiwan, dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan serangkaian uji coba rudal di lepas pantai tenggara.

Media di Taiwan telah memuat gambar-gambar peluncuran rudal dan pesawat-pesawat telah diinstruksikan untuk menjauhi area uji. Namun, proses uji coba tersebut dirahasiakan.

Angkatan bersenjata Taiwan memusatkan upaya untuk mempertahankan diri dari invasi China.

Didukung Amerika Serikat, pemasok senjata utama Taiwan, sangat ingin menciptakan penyeimbang militer terhadap kekuatan militer China, dalam upaya yang dikenal di Pentagon sebagai "Benteng Taiwan.”
 

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *