Warga Israel Anti Netanyahu Menyebutnya: Crime Minister

Warga Israel Anti Netanyahu Menyebut Sang Prime Minister Sebagai Crime Minister

Drama hukum dan politik Israel berlanjut (05/04) saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjalani persidangan atas dugaan korupsi di tengah pembicaraan pembentukan koalisi pemerintahan. Warga Israel Anti Netanyahu menyebutnya: Crime Minister.



Netanyahu merupakan perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang diadili. Dia dituduh melakukan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah.

Di antara tuduhan lainnya, Netanyahu dicurigai telah memberikan tunjangan kepada perusahaan raksasa telekomunikasi Bezeq ketika dia memegang jabatan di Kementerian Komunikasi sekaligus menjabat sebagai perdana menteri.

Sebagai gantinya, situs berita Walla milik Bezeq memberikan liputan berita positif yang menguntungkan Netanyahu. Mantan Kepala Eksekutif Walla, Ilan Yeshua adalah saksi pertama yang diperiksa dalam persidangan tersebut.

Di Pengadilan Distrik Yerusalem. Ketua Jaksa Penuntut Liat Ben-Ari mengatakan kepada hakim, Netanyahu terlibat dalam "kasus korupsi pemerintah yang serius".

Netanyahu dituduh "secara tidak sah menggunakan kekuasaan besar pemerintah yang dipercayakan kepadanya," dan dalam hubungannya dengan eksekutif media "mementingkan urusan pribadinya - termasuk ketika dia menghadapi keinginannya untuk dipilih kembali," katanya.

 

 

Meski poses persidangan sudah memasuki fase pembuktian, sidang dengan agenda vonis tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Netanyahu tidak akan dipaksa untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri, kecuali dia dihukum setelah semua upaya bandingnya habis.

 

Presiden Israel Reuven Rivlin (06/04) mengatakan tidak ada pemimpin partai yang memiliki cukup dukungan untuk membentuk koalisi mayoritas. Hal tersebut mendorong Rivlin untuk mencalonkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Netanyahu memegang dukungan terbanyak dengan 52 kursi dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel). Jumlah yang masih belum memenuhi target mayoritas tipis 61 kursi parlemen.

"Saya telah mengambil keputusan berdasarkan jumlah rekomendasi (dari anggota parlemen), yang menunjukkan bahwa Benjamin Netanyahu memiliki peluang yang sedikit lebih tinggi untuk membentuk pemerintahan. Saya telah memutuskan untuk mempercayakan Netanyahu untuk melakukannya", kata Presiden Reuven Rivlin menambahkan.

"Tidak ada calon yang memiliki peluang realistis untuk membentuk pemerintahan yang akan mendapat kepercayaan dari Knesset," kata Rivlin.

"Saya tahu posisi yang dipegang oleh banyak orang, bahwa presiden seharusnya tidak memberikan peran kepada kandidat yang menghadapi tuntutan pidana," kata Rivlin, mengisyaratkan posisi Netanyahu yang kini tengah menjalani proses peradilan dugaan kasus korupsi.

 

 

DW, AFP, dpa, AP

Tags:

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *