fbpx
Alasan BMKG Ungkap Potensi Tsunami 29 Meter di Jatim

Maklumat BMKG Tentang Potensi Tsunami 29 Meter di Jawa Timur

BMKG menyampaikan adanya potensi gempa besar 8,7 magnitudo dan tsunami 29 meter di Jawa Timur. Potensi tsunami besar ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam webinar mitigasi bencana di Jawa Timur. Dalam webinar itu, hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.


Berikut adalah isi empat poin penjelasan BMKG selengkapnya, yang dikutip dari situs web resmi BMKG,

1. Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

2. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.

3. Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur", zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. Pemerintah Daerah dengan dukungan pemerintah pusat dan swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG, pemerintah daerah dengan pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.

4. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau witus web resmi BMKG dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan, BMKG punya alasan kuat mengapa pemodelan gempa dan tsunami ini dibuat dan disampaikan ke publik. Tentu tujuannya tak lain sebagai bagian dari mitigasi bencana.

"Karena dalam berbagai kesempatan seperti sekolah lapang gempa BMKG, banyak muncul pertanyaan," kata Daryono dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Sederet pertanyaan yang dimaksud Daryono, sebagai berikut:

Di pantai kami potensi tsunami tingginya berapa? Sebaiknya kami membuat jalur evakuasi yang aman lewat jalur mana? Tsunami di kampung kami landaannya sampai di mana? Kalau kami mau menentukan titik kumpul di mana? Kalau kita mau membangun tempat evakuasi sementara amannya di mana? Kalau kami latihan evakuasi, kita berlari sampai mana?

Karena banyaknya pertanyaan itu, Daryono mengatakan, BMKG membuat pemodelan dengan kondisi prediksi bencana terburuk yang mungkin terjadi di sebuah wilayah. Dalam kesempatan itu, Jatim menjadi contoh.

Dengan begitu, pemodelan itu bisa menjawab berbagai pertanyaan dan semakin meningkatkan upaya mitigasi bencana, bila nantinya benar-benar datang melanda.

"Atas dasar banyak pertanyaan-pertanyaan inilah maka kami membuat skenario model terburuk agar upaya konkret mitigasi tsunami yang dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat mendapat rujukan yang tepat untuk menyelamatkan masyarakat pesisir rawan tsunami," jelas dia.

 

 
tempokumparan, zamane

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *