fbpx
Guam, Pangkalan Militer AS di Pasifik yang Dulunya Dihuni Orang Indonesia dan Filipina

Guam, Pangkalan Militer AS di Pasifik yang Awalnya Dihuni Orang Indonesia dan Filipina

Guam, sebuah pulau kecil mungil di Pasifik, melesat namanya dan menjadi pembicaraan seluruh dunia, ketika Korea Utara menyatakan akan meluncurkan rudal ke pulau yang merupakan wilayah AS itu.



Penghuni pertama Guam adalah manusia-manusia pengembara dari Indonesia-Filipina.

Linimasa

2000 Sebelum Masehi - Guam dihuni oleh orang-orang Indonesia-Filipina.

Sekitar 1521 - Penjelajah Ferdinand Magellan, yang berlayar atas nama Raja Spanyol, mendarat di Guam.

1565 - Spanyol mengklaim kedaulatan pulau itu.

1898 - Guam memisahkan diri dan bergabung dengan Amerika Serikat dalam Perang AS-Spanyol.

1941 - Jepang merampas Guam sesudah mereka menyerang Pearl Harbor saat Perang Dunia kedua.

1944 - Pasukan sekutu mengambil alih kembali pulau itu, menjadi pangkalan penting AS untuk menyeang Jepang menjelang berakhirnya Perang Dunia II.

Fasilitas militer AS di pulau ini meliputi pangkalan angkatan laut, pangkalan angkatan udara, dan sebuah rumahsakit.

Inilah Pulau Guam, sebuah pulau kecil tapi penting.

 

  • Merupakan pulau vulkanik dan karang seluas 541 km2 yang terletak di Samudera Pasifik antara Filipina dan Hawaii.
  • Penduduknya berjumlah sekitar 163.000.
  • Merupakan wilayah AS yang 'tak tergabung secara adminsitratif.' Itu berarti orang-orang yang lahir di Guam adalah warga negara AS, mereka memiliki gubernur dan dewan perwakilan terpilih, namun tidak memiliki hak pilih dalam pemilihan umum AS yang memilih presiden dan Kongres serta Senat.
  • Wilayah ini didominasi oleh pangkalan militer AS yang mencakup sekitar seperempat pulau itu.
  • Sekitar 6.000 prajurit AS berpangkalan di sana dan AS berencana untuk mengerahkan tambahan ribuan prajurit ke pulau itu.
  • Merupakan pangkalan utama AS dalam Perang Dunia Kedua, dan tetap menjadi pangkalan penting untuk pengerahan operasi militer AS, yang memberikan akses lagsung ke sejumlah wilayah panas potensial seperti Laut Cina Selatan, Korea dan Selat Taiwan.

 


BBC News

Tags:

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *