fbpx
Serangan Balik China Menuntut Penyelidikan Biolab di AS Sebagai Sumber Covid-19

Serangan Balik China Menuntut Penyelidikan Biolab di AS Sebagai Sumber Covid-19

Kementerian Luar Negeri China menyerukan penyelidikan Biolab Fort Detrick terkait asal usul pandemi COVID-19. Seruan ini muncul setelah 'mengerahkan' sekitar 5 juta warga China mengajukan petisi kepada WHO untuk menyelidiki laboratorium di Maryland, Amerika Serikat itu.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan bahwa warga China telah menyampaikan pesan yang jelas. 
 
Petisi itu digalang oleh kantor berita berbahasa Inggris milik pemerintah China, The Global Times.

“Dalam waktu kurang dari lima hari, sekitar lima juta orang berpartisipasi. Angka yang meningkat mewakili aspirasi rakyat China dan menunjukkan kemarahan mereka pada AS atas manipulasi politik melalui masalah ketertelusuran,” kata Zhao Lijian seperti dikutip dari Russia Today (21/7/2021).

Zhao mengatakan bahwa tanggung jawab AS untuk menyelidiki laboratorium mereka sendiri. Dia mengklaim bahwa laporan penyakit pernapasan yang tidak diketahui yang menyebabkan pneumonia di Virginia pada musim panas 2019, dan keputusan untuk menghentikan beberapa operasi di Biolab Maryland mencurigakan dan layak untuk diselidiki.
 
 

Petisi China itu diluncurkan setelah Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam Beijing karena menolak memberikan data mentah awal virus corona, dan Tedros pun mendesak China membuka akses bagi tim penyelidik WHO ke laboratorium virus di Wuhan.

 
Tedros mengatakan bahwa WHO tidak menutup kemungkinan virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan.
 
WHO kini lebih berani terhadap China setelah didorong dan didukung penuh oleh AS dan sekutunya.
 
Dua bulan lalu, Mei 2021, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memerintahkan badan-badan intelijen AS untuk menginvestigasi asal-usul kemunculan Covid-19. Biden memerintahkan intelijen AS untuk "melipatgandakan upaya mereka" dan melaporkan hasil investigasi dalam 90 hari.
 
Biden juga menyatakan AS akan "terus bekerja dengan para sekutu yang memiliki pemikiran yang sama di seluruh dunia untuk menekan China dalam investigasi internasional yang berbasis bukti, transparan, dan untuk memberikan akses terhadap semua data dan bukti yang relevan terhadap penyelidikan."
 
Dan China, melakukan serangan balik dengan menggalang petisi jutaan rakyatnya, mungkin nampak tidak punya landasan ilmiah, akan tetapi (barangkali) Partai Komunis China perlu melakukan itu sebagai propaganda untuk membentuk persepsi rakyat di negara Xi Jinping itu, sebagai pihak korban laboratorium AS. Di dalam negeri, PKC pun mengerahkan buzzer untuk menebar propaganda itu.
 
 
russiatoday, globaltimes, bbcnews
Tags: ,

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *