fbpx
Singapura Kecil Tapi Cerdik Raup Untung dari China dan AS

Singapura Kecil Tapi Cerdik Raup Untung dari China dan AS

Amerika Serikat adalah mitra keamanan Singapura dan salah satu investor terbesar di negara itu, jauh melampaui negara-negara lain. Sedangkan China adalah pasar ekspor terbesar Singapura, dan ekonomi Singapura telah diuntungkan dengan kebangkitan daya beli China.

 

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, meminta agar Presiden AS Joe Biden tidak bersikap keras terhadap China.

 
Lee Hsien Loong berharap agar AS tidak secara agresif menantang China, dan mengatakan pandangan Washington yang semakin bersikap keras itu dapat menjadi "sangat berbahaya."

Menurut Lee, Amerika Serikat telah beralih pada sikap bahwa Amerika "harus menang" terhadap China.

"Ada konsensus bipartisan (AS) hari ini tentang satu hal, yaitu hubungan dengan China," kata PM Singapura itu kepada Forum Keamanan Aspen.

"Namun sikap mereka adalah mengambil garis keras. Saya tidak yakin itu konsensus yang tepat," kata pemimpin Singapura tersebut.

Dalam situasi itu, Lee berpandangan baik AS maupun China sejenak memikirkan baik-baik sebelum kemudian bertindak. “Itu sangat berbahaya," tambahnya.

Sebelumnya, Lee Hsien Loong mengatakan kepada BBC bahwa bentrokan antara AS dan China di era Presiden Joe Biden lebih mungkin terjadi.

Sang PM mengatakan jika kedua negara terus mengambil sikap keras karena pertimbangan domestik, keduanya dapat segera berada dalam kondisi impas.

Lee enggan memberikan nasihat untuk China namun menekankan bahwa arah politik yang diambil negara tersebut telah menimbulkan ketegangan dengan banyak negara besar maupun kecil.

"Ada ketidakpastian [dan] kegelisahan yang cukup besar tentang ke mana arah China, dan apakah ini akan baik untuk mereka," katanya pada program BBC World News, Talking Business Asia.

"Saya pikir itu tidak menguntungkan bagi China."

PM Lee berkata Singapura tidak bisa berpihak. Singapura berbisnis bagus dengan AS dan China.

"Negara-negara mencari konsistensi strategis jangka panjang dari AS," ia menambahkan lebih lanjut, kebijakan AS yang "dapat diandalkan dan dapat diprediksi." kata Lee.

PM Lee menyebut bahwa Taiwan berpotensi menjadi titik bentrokan AS-China jika tidak berhati-hati dan salah perhitungan.
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *