fbpx
Melihat Lagi 'Andil' Donald Trump dalam 'Kemenangan' Taliban

Melihat Lagi 'Andil' Donald Trump dalam 'Kemenangan' Taliban

Mullah Abdul Ghani Baradar dibebaskan dari penjara Pakistan atas bantuan Presiden AS Donald Trump, Lalu kesepakatan Trump dengan Taliban pada Februari 2020 berkomitmen penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Sebetulnya adakah 'agenda terselubung AS' di balik ini?

 

Apa kesepakatan Trump dengan Taliban? Kesepakatan pada Februari 2020 yang dijamin oleh Presiden AS Donald Trump dan pemimpin politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar ditandatangani di Doha, Qatar, berkomitmen untuk penarikan pasukan AS dan sekutu dari Afghanistan.



Dalam kesepakatan yang sama adalah kewajiban Taliban untuk mengambil langkah-langkah mencegah kelompok-kelompok termasuk al-Qaeda mengancam keamanan AS dan sekutunya.

 
Perwakilan Khusus AS Zalmay Khalilzad dan pemimpin politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar yang menandatangani perjanjian damai itu.
 
Tiga tahun lalu Mullah Abdul Ghani Baradar dibebaskan dari penjara Pakistan atas bantuan Presiden AS Donald Trump, dan kini menjadi pengatur strategi Taliban kembali ke puncak kekuasaan di Afghanistan.
 
Perwakilan Khusus AS Zalmay Khalilzad dan pemimpin politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar menandatangani perjanjian damai pada 29 Februari 2020
 
Presiden Joe Biden melanjutkan rencana penarikan pasukan AS yang digagas Donald Trump.
 
Joe Biden mengatakan bahwa ketika dia mengambil alih kursi kepresidenan, dia mewarisi kesepakatan yang dibuat dengan Taliban oleh pemerintahan Trump untuk menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan pada tahun ini.
 
Mantan Presiden Trump membuat kesepakatan dengan Taliban untuk menyingkirkan pasukan AS pada Mei 2021, meskipun kesepakatan itu bergantung pada beberapa faktor.
 
Perjanjian antara pemerintahan Trump dan Taliban dibuat pada 29 Februari 2020, menurut dokumentasi di situs web Departemen Luar Negeri. Sebagai bagian dari kesepakatan, AS berkomitmen untuk mulai menarik pasukan militer dari Afghanistan dalam waktu 14 bulan dari perjanjian yang diumumkan, yaitu Mei 2021.
 
Pemerintahan Trump memuji kesepakatan itu dalam siaran pers pada 29 Februari 2020. 
 
Pada hari yang sama, Trump mengkonfirmasi kesepakatan itu saat berpidato di Konferensi Aksi Politik Konservatif.
 
“Hari ini Amerika Serikat menandatangani kesepakatan dengan Taliban sehingga kami berharap dapat memulai proses segera untuk akhirnya membawa pulang pasukan kami,” kata Trump saat itu.
 
Pada 8 Juli 2021 Joe Biden mengatakan "Saya tidak akan mengirim generasi Amerika lainnya untuk berperang di Afghanistan, tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil berbeda," tegasnya.

Biden menambahkan, selama 20 tahun, AS sudah menghabiskan $1 triliun untuk melatih dan melengkapi ratusan ribu personel pasukan pertahanan dan keamanan Afghanistan. Lanjutnya, sebanyak 2.448 warga AS tewas, 20.722 luka-luka, dan ribuan lain yang kembali ke tanah air dengan trauma pada kesehatan jiwa mereka.
 
Kini sepintas lalu terlihat Taliban 'menang' tetapi, akankah 'terperangkap' dalam kerumitan mengelola negara Afghanistan? KIta ikuti babak demi babak berikutnya.

© 2018 ZAMANe.id All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *