fbpx
Indo Pasifik dengan Populasi dan Perekonomian Terbesar di Dunia

ASEAN (Seharusnya) Tidak Ingin Memilih AS atau China

Indo Pasifik adalah kawasan dengan populasi dan perekonomian terbesar di dunia, di dalamnya ada ASEAN yang perkembangan ekonominya melesat cepat.



Asia Tenggara merupakan kawasan penting dari pertikaian AS dan China. “Dari sudut pandang AS, sangat tidak realistis untuk mengabaikan Asia Tenggara, secara geografis, ekonomi, sejarah, dan hubungan sosial, ditambah dengan kompetisi dengan China,” kata Yun Sun, Wakil Direktur Program Asia Stimson Center di Washington. “Dalam kerangka tersebut, Asia Tenggara berdampingan dalam perlombaan itu,” tambahnya.

Bangkitnya ekonomi Asia Tenggara dan sikap ekspansif China, kini Asia Tenggara menjadi sebuah kawasan penting bagi Washington, yang pernah disebut sebagai poros kebijakan Asia oleh pemerintahan Obama tahun 2011.

AS merupakan mitra perekonomian dan keamanan utama bagi kebanyakan negara di Asia Tenggara, bersekutu dengan Thailand dan Filipina, serta memiliki kerja sama dengan Singapura dan Vietnam.

Tapi “Asia Tenggara selalu mengkhawatirkan adanya penempatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut,” kata Bonnie Glaser, Direktur Program Asia dari German Marshall Fund of the United States. Cara penarikan pasukandari Afganistan menjadi pertimbangan bagi beberapa negara terkait sikap Washington jika terjadi konflik dengan China.


Namun Asia Tenggara bukan Afganistan

Ketika melakukan invasi ke negara seperti Afganistan, AS ingin menangkal teroris, sementara di Asia Tenggara dan Indo Pasifik, kepentingan AS tertuju pada peningkatan hubungan dengan negara yang sudah berhubungan dekat dan stabil.

Asia Tenggara merupakan kawasan yang perkembangan ekonominya melesat cepat di dunia dan itu menguntungkan AS. Blok Asia Tenggara merupakan mitra perdagangan keempat terbesar bagi Amerika, menurut data pemerintah AS.

“Ketika pemerintahan Biden dimulai, mereka menyatakan berencana untuk menyesuaikan lagi hubungan dengan Asia Tengah dan Timur Tengah dan (condong fokus) ke Indo-Pasifik,” ungkap Chong Ja Ian, profesor ilmu politik National University of Singapore. “Penarikan dari Afganistan merupakan bagian dari rencananya, terlepas dari pelaksanaannya yang buruk,” tambahnya kepada Deutsche Welle.

Yang terpenting bagi pemerintah di Asia Tenggara adalah seberapa cepat AS akan membuktikan ucapannya mengenai status Indo-Pasifik yang dianggap menjadi pusat kebijakan luar negeri Amerika, kata Chong.

“Asia Tenggara senang AS dan Cina bersaing untuk mendapatkan perhatian mereka, namun negara-negara di kawasan tersebut tidak ingin dipaksa memilih (antara keduanya),” kata Yun Sun, Wakil Direktur Program Asia Stimson Center di Washington.
 

© 2018 Zid World All Rights Reserved. Designed By JoomShaper *