Kapal-kapal Penjelajah Dunia: James Cook, Marco Polo Hingga Columbus

Kapal-kapal Penjelajah Dunia: James Cook, Marco Polo Hingga Columbus

Columbus yakin berlayar menuju India melalui rute laut terpendek. Tapi nyatanya Columbus mendarat di benua Amerika pada 1492. Pendaratan di "dunia baru" itu memicu sejarah penaklukan brutal di mana penguasa kolonial membantai dan menindas penduduk asli.
 

Para peneliti telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai bangkai kapal James Cook "Endeavour", yang karam lebih dari 200 tahun lalu. Itu bukan satu-satunya kapal yang membuka jalan bagi kolonialisasi.



James Cook

Ini adalah replika dari "Endeavour" yang terkenal. Para peneliti Australia mengklaim telah menemukan bangkai kapal tersebut. Kapten Cook berlayar dari Inggris ke Tahiti dan Selandia Baru sebelum mencapai Australia pada tahun 1770, di mana ia memetakan pantai timur. Dia pada dasarnya membuka jalan bagi kolonialisme Inggris. Pada 1778, kapal itu tenggelam di Pelabuhan Newport.


Christopher Columbus

Columbus yakin berlayar menuju India melalui rute laut terpendek. Tapi nyatanya Columbus mendarat di benua Amerika pada tahun 1492. Pendaratan di "dunia baru" memicu sejarah penaklukan brutal di mana penguasa kolonial membantai dan menindas penduduk asli. Foto replika karavel bersejarah Columbus, "Pinta," "Nina" dan "Santa Maria."


Vasco da Gama

Saudagar Arab dan India menganggap kemunculan armada penjelajah Portugis, termasuk "Esmeralda", sebagai serangan terhadap monopoli perdagangan mereka, yang menyebabkan pertempuran kecil di laut. Orang Fenisia telah berlayar mengelilingi ujung selatan Afrika untuk pertama kalinya sekitar tahun 600 SM, atas perintah Firaun Necho II dari Mesir.


Ferdinand Magellan

Ferdinand Magellan berlayar dengan kapal "Victoria" untuk kerajaan Spanyol untuk menemukan rute barat ke kepulauan rempah-rempah di Indonesia pada tahun 1519. Meskipun sering disebut sebagai orang pertama yang mengelilingi dunia, Magellan dibunuh oleh penduduk asli ketika ia mendarat di Filipina pada tahun 1521. Namun awak kapalnya yang masih hidup berhasil menuntaskan perjalanan.


Marco Polo

Marco Polo berlayar dari Cina ke Selat Hormuz dengan kapal jung seperti pada gambar pada tahun 1294. Dalam catatan "Il Milone", ia menulis: "Kapal-kapal terbesar memiliki tiga ratus awak, yang lain dua ratus (...) orang. Kapal ini dapat memuat lima hingga enam ribu keranjang lada."
 
 dw, zid
ZIDWORLD © 2024 Designed By JoomShaper

Please publish modules in offcanvas position.

{{ message }}