fbpx
Samudera Selatan, Lautan Paling Dingin di Muka Bumi

Keunikan Samudera Selatan, Lautan Paling Dingin di Muka Bumi

Perairan yang mengelilingi Benua Antartika telah dinobatkan sebagai samudera baru dengan nama Samudera Selatan atau Samudera Antartika.



Keunikan wilayah perairan tersebut menjadi pertimbangan utama untuk menobatkannya menjadi samudra kelima di Bumi. 

“Ketika sudah berada di sana, semua orang pasti setuju bahwa airnya lebih biru, suhunya lebih dingin, gunung-gunung esnya lebih menantang, dan pemandangannya lebih indah dari perairan lain di sekelilingnya,” ungkap Seth Sykora-Bodie, Ilmuwan Kelautan dari National Oceanic and Atmospheric Administration seperti dikutip dari National Geographic=.

Dilansir dari Britannica, Samudra Selatan merupakan 1/16 dari total luas lautan di Bumi. Luasnya sekitar 21.960.000 kilometer persegi, sementara volume airnya sekitar 71.800.000 kilometer kubik. Dengan luas tersebut, Samudra Selatan memiliki kedalaman rata-rata sebesar 3.270 meter dan kedalaman maksimal sebesar 7.432 meter.

Salah satu keunikan dari perairan Samudra Selatan adalah airnya yang dingin. Kedinginan air di Samudra Selatan merupakan kombinasi dari udara Benua Antartika, radiasi, dan angin katabatik dari pegunungan Antartika.



Makhluk hidup yang ada di Samudra Selatan pun juga tidak jauh berbeda dari Samudra lain. Beberapa mollusca atau hewan tak bertulang belakang merayap di lantai samudra, sementara ikan-ikan khas perairan dingin berenang di permukaan. Beberapa spesies unik, seperti ikan hag dan ikan seluncur, juga dapat ditemukan di Samudra Selatan.

Hingga kini, meskipun telah disetujui beberapa pihak, perdebatan mengenai status Samudra Selatan masih berlangsung. Dilansir dari National Geographic, upaya untuk menetapkan Samudra Selatan sebagai samudra kelima di Bumi sebenarnya sudah berlangsung sejak 1915. Namun, baru pada 8 Juni 2021, yang bertepatan dengan hari samudera sedunia, beberapa data pendukung baru ditemukan.

 
National Geographic, Tempo, Zamane
Tags: ,