Sebuah Kota di Australia yang Penduduknya Tinggal di Bawah Tanah

Sebuah Kota di Australia yang Penduduknya Tinggal di Bawah Tanah

Di pedalaman Australia, terdapat sebuah kota bernama Coober Pedy di mana semua bangunan berada di bawah tanah.


Di perjalanan panjang menuju Australia Tengah, berjarak 848 kilometer ke utara dari Adelaide, terdapat hamparan gurun pasir yang penuh teka-teki. Pemandangan di sekelilingnya benar-benar sunyi. 

 


Tetapi begitu Anda menjelajah lebih jauh di sepanjang jalan, akan tampak lebih banyak konstruksi misterius berupa gundukan tanah berwarna pucat, yang terletak tak beraturan seperti monumen yang terlupakan. Sesekali, ada pipa mencuat dari tanah..



Puncak-puncak kecilnya terbentuk dari limbah hasil penambangan selama berdekade-dekade, sekaligus bukti kehidupan bawah tanah masyarakatnya.



Di wilayah terpencil ini, 60% populasinya masih mendiami rumah yang dibangun di batu pasir dan batulanau. Di beberapa area, satu-satunya tanda pemukiman terlihat dari lubang ventilasi yang mencuat dari tanah di dekat pintu masuknya.



Gaya hidup troglodyte ini mungkin tampak eksentrik pada musim dingin. Namun pada musim panas, Coober Pedy –yang berarti “orang kulit putih dalam lubang”— tak perlu menjelaskan alasannya.



Suhu di area ini biasanya mencapai 52C. Saking panasnya, burung yang terbang pun bisa jatuh dan peralatan elektronik harus disimpan di lemari es.

Seiring terjadinya gelombang panas yang melanda berbagai wilayah di dunia, strategi bertahan semacam ini terasa lebih canggih dibandingkan sebelum-belumnya.


BBC

ZIDWORLD © 2024 Designed By JoomShaper

Please publish modules in offcanvas position.

{{ message }}