Panen Lebih Berlimpah dengan Produksi Pangan Rekayasa Genetika

Panen Lebih Berlimpah Lebih Berkualitas dengan Produksi Pangan Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika tanaman ini tidak lebih dari teknik persilangan yang telah biasa kita lakukan. Tapi ini lebih canggih. Caranya?

 

Organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO) adalah organisme dengan DNA yang telah diutak-atik untuk mengubah sifatnya. Tanaman yang dimodifikasi secara genetik dapat menuai panen lebih banyak, lebih tahan hama, tahan kekeringan, dan punya tambahan nutrisi.


Tanaman juga dapat dimodifikasi untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keberlanjutan produksi pangan. Meskipun tersebar luas, produksi tanaman GMO saat ini hanya menggunakan sekitar 10% lahan subur di dunia jika dibandingkan dengan lahan yang digunakan untuk produksi tanaman yang bukan GMO.

"Rekayasa genetika tidak lebih dari teknik pemuliaan, seperti persilangan yang telah kita lakukan selama ribuan tahun. Tapi ini lebih canggih. Jadi kita bisa membuat perubahan yang sangat tepat, dengan sangat cepat," kata David Spencer, ahli fitopatologi dan juru bicara untuk RePlanet, aliansi organisasi nonpemerintah yang mengadvokasi solusi berbasis sains untuk perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Kampanye Spencer, yakni Reboot Food, berfokus pada produksi pangan berkelanjutan.

GMO pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1994. Saat itu, tanaman tomat dimodifikasi agar lebih lambat matang supaya bisa lebih awet dan tidak cepat busuk. Sejak saat itu, berbagai macam tanaman, seperti kedelai, gandum, dan beras GMO telah dapat izin untuk ditanam di berbagai pertanian, bersama dengan bakteri GMO untuk menghasilkan protein dalam jumlah besar.

Teknologi pengeditan gen juga telah membantu menyelamatkan produksi tanaman dari penyakit busuk daun. Pada akhir abad ke-20, virus bintik cincin pada pepaya hampir memusnahkan keseluruhan tanaman pepaya di Hawaii. Namun kemudian seorang ilmuwan lokal mengembangkan pepaya yang dimodifikasi yang tahan terhadap virus ini. Benih didistribusikan ke petani dan berhasil menyelamatkan produksi pepaya hingga satu dekade kemudian.

David Spencer telah bekerja melindungi tanaman kedelai dari penyakit jamur yang menyebar ke seluruh Amerika. Ia juga menggunakan modifikasi gen agar kedelai lebih tahan serangan jamur.

"Saat ini tidak ada solusi nyata kecuali untuk aplikasi fungisida besar-besaran. Tidak ada yang menginginkannya, jadi kami berupaya menambahkan gen atau perubahan DNA dari tanaman yang berkerabat jauh untuk mencapai ketahanan yang lebih baik terhadap jamur," kata Spencer.

 

 

dw, zid 

ZIDWORLD © 2024 Designed By JoomShaper

Please publish modules in offcanvas position.

{{ message }}