Kenapa Jerman Ingin Rekrut Lebih Banyak Tentara Perempuan?

Kenapa Jerman Ingin Rekrut Lebih Banyak Tentara Perempuan?

Pemerintah Jerman dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius menerapkan serangkaian ketentuan baru untuk membuka lebih banyak peluang bagi perempuan masuk militer dan menyetarakan kesempatan lelaki dan perempuan bertugas di militer Jerman Bundeswehr.


Perubahan itu juga bertujuan untuk menyelaraskan prosedur di Bundeswehr, dengan penguatan undang-undang kesempatan yang sama byang berlaku secara keseluruhan. Bundeswehr membutuhkan lebih banyak orang untuk mengisi barisannya, sebagai bagian dari upaya Jerman untuk meningkatkan kemampuan militernya.

"Perempuan masih kurang terwakili di Bundeswehr," kata Steffen Hebestreit, juru bicara pemerintah, kepada wartawan minggu lalu. Target awalnya adalah meningkatkan partisipasi perempuan melebihi 20%. Para pejabat pertahanan ingin perempuan mengisi setidaknya setengah dari korps medis. Saat ini, menurut data pemerintah baru ada sekitar 9,5 persen anggota Bundeswehr perempuan, di korps medis 45%.

Bundeswehr seluruhnya memiliki sekitar 180.000 tentara, hampir 24.000 dari mereka adalah perempuan. Memang keterlibatan perempuan sudah makin meningkat sejak akhir Perang Dingin. Sekarang lebih banyak perempuan yang terlibat, kata Steffen Hebestreit, sesuai dengan agenda "Pemberdayaan perempuan dan anak perempuan" PBB.



Kebijakan yang baru antara lain berfokus pada gaji, baik saat bertugas aktif maupun di cadangan. Bundeswehr juga berupaya meningkatkan dukungan untuk pengasuhan anak dan perawatan bagi anggota keluarga yang lanjut usia dan sakit.

Jika gaji dan layanan yang lebih baik bisa meringankan perempuan dari jenis pekerjaan rumah tangga, pemerintah Jerman berharap kebijakan yang baru akan menciptakan peluang maupun insentif untuk bergabung dengan militer.


dw

ZIDWORLD © 2024 Designed By JoomShaper

Please publish modules in offcanvas position.

{{ message }}